Bandung, sebelas12.com – Penataan Teras Cihampelas memasuki tahap baru setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyepakati kolaborasi dalam revitalisasi kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan menyusul rampungnya proses administrasi pengalihan aset yang kini tinggal menunggu tahapan verifikasi dari instansi terkait.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan seluruh dokumen administrasi pengalihan aset telah ditandatangani dan saat ini memasuki proses verifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Kementerian Dalam Negeri.
“Secara administrasi sudah selesai. Saya sudah menandatangani suratnya, sekarang tinggal proses administrasi antar badan aset dan verifikasi,” kata Farhan di Terminal Leuwipanjang, Rabu 22 Juli 2026.
Pengalihan Aset Perkuat Kolaborasi Pemkot dan Pemprov
Farhan menilai pengalihan aset bukan sekadar proses administratif, tetapi menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menata kawasan wisata dan pusat aktivitas ekonomi di Jalan Cihampelas.
“Konsekuensinya adalah kolaborasi. Ini konsekuensi yang menyenangkan karena pemerintah kota dan pemerintah provinsi bisa bersama-sama melakukan penataan kawasan,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan konsep penataan yang lebih terintegrasi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di kawasan tersebut.
Revitalisasi Diawali dengan Pembongkaran Teras Cihampelas
Farhan mengungkapkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menginginkan proses revitalisasi diawali dengan pembongkaran Teras Cihampelas.
“Pak Gubernur tetap meminta kita untuk membongkar Teras Cihampelas. Ya, kita lakukan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, konsep penataan yang tengah disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih dalam tahap pembahasan. Namun, arah kebijakannya akan mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang publik yang nyaman bagi pejalan kaki.
“Yang pasti, pertama adalah membongkar Teras Cihampelas untuk mengembalikan kenyamanan berada di bawah pohon,” katanya.
Fokus pada Kenyamanan dan Penguatan Ekonomi Kawasan
Selain meningkatkan kualitas ruang publik, penataan Teras Cihampelas juga diarahkan untuk mengoptimalkan aktivitas ekonomi para pelaku usaha di sepanjang Jalan Cihampelas.
Farhan menilai karakter kawasan kemungkinan akan disesuaikan dengan perubahan tren wisata dan gaya hidup masyarakat.
“Optimalisasi pelaku bisnis di kiri dan kanan jalan juga menjadi perhatian. Mungkin nanti Cihampelas tidak lagi identik dengan penjualan jeans karena tren masyarakat sudah bergeser. Namun sektor kuliner dan perhotelan tetap memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” jelasnya.
Dengan konsep tersebut, kawasan Cihampelas diharapkan mampu menjadi destinasi yang lebih nyaman bagi wisatawan sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Jadwal Pembongkaran Masih Menunggu Pemprov Jabar
Meski proses administrasi pengalihan aset hampir selesai, Farhan mengaku belum dapat memastikan waktu dimulainya pembongkaran Teras Cihampelas.
Menurutnya, jadwal pelaksanaan revitalisasi sepenuhnya masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Untuk kapan pembongkarannya dimulai, saya belum mendapat informasinya,” tuturnya. (*Red)











