Satu Bandung Berdoa, Farhan Ajak Warga Perkuat Persaudaraan dan Kepedulian Sosial

Satu Bandung Berdoa, Farhan Ajak Warga Perkuat Persaudaraan dan Kepedulian Sosial
Bandung, sebelas12.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak masyarakat menjadikan gerakan Satu Bandung Berdoa (Sabda) sebagai momentum memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial, dan kebersamaan dalam membangun Kota Bandung.

Ajakan tersebut disampaikan Farhan dalam kegiatan Tabligh Akbar bertema Satu Bandung Berdoa yang menghadirkan penceramah Ustaz Das’ad Latif di Masjid Agung Alun-alun Kota Bandung, Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB).

Farhan mengatakan, doa tidak hanya menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT, tetapi juga pengingat bahwa setiap usaha manusia perlu disertai ketawakalan dan tindakan nyata.

“Doa bukan sekadar rangkaian kata yang kita panjatkan kepada Allah SWT, tetapi juga merupakan wujud kesadaran bahwa ikhtiar manusia harus senantiasa disertai dengan ketawakalan kepada Allah SWT,” kata Farhan.

Menurutnya, membangun kota tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah dan pembangunan infrastruktur. Kemajuan Bandung juga membutuhkan kekuatan spiritual, akhlak, kepedulian, serta persatuan masyarakat.

Satu Bandung Berdoa Bukan Sekadar Seremoni

Farhan berharap Satu Bandung Berdoa tidak berhenti sebagai tema kegiatan keagamaan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

Ia mengingatkan pentingnya nilai-nilai dalam QS. Al-Baqarah ayat 186 yang menjelaskan kedekatan Allah SWT dengan hamba-Nya yang berdoa.

“Melalui Satu Bandung Berdoa, mari kita jadikan doa sebagai kekuatan batin sekaligus penguat ikhtiar untuk menghadirkan Bandung yang semakin aman, nyaman, maju, sejahtera, religius dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Farhan menilai, doa dan ikhtiar harus berjalan beriringan. Harapan terhadap Kota Bandung yang lebih baik perlu diwujudkan melalui perilaku positif, kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan sosial.

Karena itu, momentum HJKB ke-216 diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa pembangunan kota merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Perbedaan Jadi Kekuatan untuk Membangun Bandung

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga mengajak warga menjaga semangat Satu Bandung dengan memperkuat persaudaraan, menghormati perbedaan, dan membiasakan sikap saling membantu.

Menurutnya, kebersamaan menjadi modal penting untuk mewujudkan kota yang harmonis. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, komunitas, tokoh agama, dan berbagai unsur lainnya.

“Kita harus terus merawat semangat Satu Bandung dengan memperkuat persaudaraan, menghargai perbedaan, saling membantu dan menghadirkan kepedulian nyata di tengah masyarakat,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat mendoakan Kota Bandung agar senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT, dijauhkan dari bencana, konflik, kemaksiatan, dan berbagai persoalan sosial.

Farhan berharap Bandung dianugerahi masyarakat yang rukun, generasi muda yang berakhlak dan berprestasi, serta pembangunan yang memberikan manfaat dan keadilan bagi seluruh warga.

HJKB ke-216 Jadi Momentum Memperkuat Ikhtiar

Farhan menyampaikan apresiasi kepada para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia, komunitas, serta warga yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan tabligh akbar tersebut.

Ia berharap kegiatan keagamaan dalam rangka HJKB dapat memperkuat hubungan spiritual sekaligus mendorong masyarakat semakin peduli terhadap sesama.

“Doa yang baik harus melahirkan ikhtiar yang baik dan ikhtiar yang sungguh-sungguh harus senantiasa disertai doa,” katanya.

Menutup pesannya, Farhan mengajak seluruh warga menyatukan langkah dan harapan untuk masa depan Kota Bandung yang lebih baik.

“Selamat Hari Jadi Kota Bandung ke-216. Mari kita satukan langkah, satukan hati dan satukan doa untuk Kota Bandung tercinta. Dari Bandung, untuk Bandung, bersama-sama kita wujudkan Bandung yang lebih baik dan lebih berkah,” tuturnya.

Melalui gerakan Satu Bandung Berdoa, Pemkot Bandung berharap nilai religiusitas, persaudaraan, dan kepedulian sosial semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun Bandung yang harmonis, maju, dan penuh keberkahan. (*Red)