Mengusung tema Solidarity in Harmony, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 06.00–09.00 WIB. Rombongan akan menempuh rute sekitar 1,3 kilometer, mulai dari simpang Jalan Diponegoro–Jalan Ir. H. Juanda hingga Jalan Merdeka, tepatnya di gerbang keluar Balai Kota Bandung.
Setiap peserta akan membawa Jampana dengan konsep yang mencerminkan karakter instansi atau wilayah masing-masing. Melalui penampilan tersebut, masyarakat dapat mengenal lebih dekat pelayanan publik, potensi daerah, serta kekayaan budaya yang dimiliki Kota Bandung.
Jampana Perangkat Daerah Tampilkan Inovasi Pelayanan Publik
Dalam pelaksanaannya, perangkat daerah diarahkan menampilkan tugas pokok dan fungsi, program, maupun inovasi pelayanan publik melalui bentuk dan dekorasi Jampana.
Konsep yang tercantum dalam petunjuk pelaksanaan antara lain representasi KTP dan kartu keluarga oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, mobil pemadam kebakaran oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta hewan ternak oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Beragam representasi tersebut diharapkan membuat informasi mengenai fungsi perangkat daerah lebih mudah dikenali masyarakat melalui pendekatan visual dan pertunjukan budaya.
Dengan demikian, karnaval tidak hanya menjadi hiburan dalam perayaan hari jadi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan peran pemerintah dan layanan yang diberikan kepada warga.
Kecamatan Angkat Kuliner, Kesenian, dan Ikon Wilayah
Selain perangkat daerah, setiap kecamatan mendapat ruang untuk menampilkan ciri khas wilayahnya. Potensi sumber daya alam, kuliner, kesenian, dan budaya lokal menjadi unsur yang dapat diangkat dalam dekorasi maupun atraksi Jampana.
Sejumlah contoh konsep yang tercantum dalam petunjuk pelaksanaan di antaranya kesenian Ulin Barong dari Kecamatan Coblong, Masjid Al-Jabbar dari Kecamatan Gedebage, serta Tahu Cibuntu dari Kecamatan Babakan Ciparay.
Keberagaman konsep tersebut memperlihatkan karakter Kota Bandung yang terdiri atas berbagai potensi dan identitas wilayah.
Melalui kirab budaya, setiap kecamatan berkesempatan memperkenalkan kekayaan lokalnya kepada masyarakat luas sekaligus menjadi bagian dari perayaan bersama HJKB ke-216.
Peserta Kenakan Kostum Tematik dan Tampilkan Atraksi
Untuk memperkuat suasana karnaval, peserta diarahkan mengenakan kostum yang sesuai dengan tema Jampana. Mereka juga diminta menampilkan atraksi singkat atau menyampaikan yel-yel di sepanjang rute yang dilalui.
Setiap rombongan turut menyiapkan narasi sesuai tema Jampana. Narasi tersebut akan dibacakan pembawa acara ketika peserta melewati panggung pentas seni sehingga masyarakat dapat memahami makna dan pesan di balik penampilan masing-masing.
Sejumlah pengisi acara yang dijadwalkan meramaikan rangkaian kegiatan ini antara lain Ega Robot Percussion, Kuburan Band, dan Bungsu Bandung.
Berdasarkan draf jadwal acara, sesi Jampana berlangsung pukul 06.00–09.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian acara di Balai Kota Bandung.
Pawai Budaya HJKB 216 diharapkan menjadi ruang pertemuan berbagai ekspresi seni, budaya, dan potensi wilayah dalam satu perayaan. Sejalan dengan tema Solidarity in Harmony, kegiatan ini mengangkat pesan kebersamaan dalam keberagaman sekaligus memperkenalkan identitas Kota Bandung kepada masyarakat. (*Red)











