KASEP Jadi Jembatan Aspirasi dan Aksi Nyata Pelayanan Kesehatan Warga Kota Bandung

KASEP Jadi Jembatan Aspirasi dan Aksi Nyata Pelayanan Kesehatan Warga Kota Bandung

Bandung, sebelas12.com – Upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat terus diperkuat melalui program KASEP atau Kunjungan Aksi Sehat Edukasi dan Pelayanan. Program ini digagas sebagai langkah konkret menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan menyentuh langsung kebutuhan warga di tingkat masyarakat.

Program tersebut menjadi pembahasan dalam talkshow kolaboratif Radio Sonata dan PR FM yang digelar Rabu 6 Mei 2026, dengan menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Agung Firmansyah Sumantri sebagai narasumber.

Menurut Agung, KASEP tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga menghadirkan pelayanan langsung berupa pemberian obat sementara dan arahan tindak lanjut ke fasilitas kesehatan terdekat.

“KASEP bukan sekadar cek kesehatan seperti tensi atau gula darah. Masyarakat juga akan mendapatkan pelayanan awal dan rujukan ke puskesmas bila diperlukan,” ujarnya.

Fokus pada Edukasi dan Deteksi Dini Penyakit

Program KASEP dirancang mulai berjalan pada awal Juni 2026 dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kota Bandung. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperluas akses pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Agung menilai edukasi menjadi bagian penting dalam program ini, terutama menghadapi meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga kanker akibat pola hidup tidak sehat.

Selain itu, penyakit menular seperti campak dan HIV juga menjadi perhatian serius yang perlu ditangani melalui pendekatan preventif dan deteksi dini.

“Kami ingin masyarakat lebih sadar pentingnya pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini,” katanya.

Puskesmas Jadi Garda Terdepan Pelayanan

Dalam kesempatan tersebut, Agung juga menyoroti pentingnya penguatan layanan puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Bandung.

Saat ini, kata dia, sudah terdapat dua puskesmas utama yang beroperasi selama 24 jam. Ke depan, DPRD mendorong agar setiap kecamatan memiliki fasilitas layanan serupa guna mempercepat akses kesehatan warga.

Menurutnya, optimalisasi layanan puskesmas sangat penting untuk menangani penyakit ringan sekaligus mengurangi kepadatan rumah sakit.

“Puskesmas harus menjadi garda terdepan agar pelayanan kesehatan lebih efektif dan beban rumah sakit bisa berkurang,” jelasnya.

Prioritaskan Kelompok Rentan

Program KASEP menyasar seluruh masyarakat Kota Bandung dengan prioritas kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, balita, anak-anak, dan warga kurang mampu.

Melalui konsep turun langsung ke lapangan, program ini diharapkan menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menghadirkan solusi nyata terkait kebutuhan pelayanan kesehatan.

“Melalui KASEP, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, dan mencari solusi bersama,” tuturnya.

Kehadiran program ini diharapkan mampu menjadi jembatan efektif antara kebutuhan warga dengan kebijakan pelayanan kesehatan di Kota Bandung, sekaligus memperkuat pendekatan promotif dan preventif di tengah masyarakat. (*Red)