Hukrim  

Jurnalis Jabar Desak Polisi Usut Dugaan Penghinaan Wartawan oleh Hotman Paris, Polda Janji Sampaikan ke Pimpinan

Jurnalis Jabar Desak Polisi Usut Dugaan Penghinaan Wartawan oleh Hotman Paris, Polda Janji Sampaikan ke Pimpinan

Bandung, sebelas12.com – Gelombang protes terhadap dugaan penghinaan profesi wartawan yang diduga dilakukan pengacara Hotman Paris Hutapea terus menguat. Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi dan kelompok kerja di Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, Jumat (24/7/2026), mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.

Aksi yang berlangsung secara tertib itu diikuti wartawan dari Pokja PWI Kota Bandung, Jurnalis Hukum Bandung (JHB), Pokja Kepolisian, hingga sejumlah perwakilan desk liputan lainnya. Mereka menilai dugaan pernyataan yang merendahkan profesi wartawan tidak hanya melukai insan pers, tetapi juga berpotensi mencederai kebebasan pers yang dijamin undang-undang.

Polda Jabar Terima Aspirasi Jurnalis

Aspirasi para peserta aksi diterima langsung oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, dalam audiensi yang berlangsung di Mapolda Jabar.

Di hadapan para jurnalis, Hendra menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi secara damai dan menegaskan bahwa Polda Jabar memahami keresahan yang dirasakan insan pers.

“Saya sangat berterima kasih dan welcome atas audiensi serta aspirasi rekan-rekan wartawan. Apa yang disampaikan bisa kami rasakan dengan rasa empati dan simpati terhadap perlakuan yang tidak baik ini. Wartawan dan media adalah profesi yang mulia,” ujar Hendra.

Menurutnya, kepolisian memandang media sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan demokrasi dan membangun kepercayaan publik.

Pers Disebut Pilar Demokrasi dan Mitra Strategis Polri

Dalam audiensi tersebut, Kabid Humas Polda Jabar memaparkan tiga fungsi utama pers yang menjadi dasar kemitraan antara media dan kepolisian.

Pertama, media menjalankan fungsi informasi dan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai platform, mulai dari media cetak, televisi, media daring, hingga media sosial.

Kedua, pers memiliki fungsi kontrol sosial yang mengawasi jalannya pemerintahan dan institusi negara, termasuk memberikan kritik terhadap kinerja Polri sebagai bagian dari mekanisme demokrasi.

Ketiga, media merupakan pilar keempat demokrasi yang berperan menjaga keseimbangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kedudukan Anda sangat luar biasa bagi kami. Kami sadar betul bahwa pers adalah mitra strategis kepolisian,” tegas Hendra.

Janji Teruskan Aspirasi ke Pimpinan Polda

Menanggapi tuntutan peserta aksi agar dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan diproses secara hukum, Hendra memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan diteruskan kepada pimpinan Polda Jawa Barat.

Ia juga menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang memicu reaksi keras dari kalangan jurnalis tersebut.

Menutup audiensi, Hendra menyampaikan salam dari Kapolda Jawa Barat dan Wakapolda Jawa Barat kepada seluruh insan pers. Ia mengajak media dan kepolisian untuk terus menjaga sinergi serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Jawa Barat.

“Semoga kita terus merajut kebersamaan dan kemitraan antara Polda Jabar dan insan media di seluruh Jawa Barat. Sebagaimana motto Bapak Kapolda: Jawara — Jaga dan Rawat Jawa Barat,” pungkasnya.

Aksi tersebut menjadi bentuk solidaritas insan pers dalam menjaga kehormatan profesi wartawan sekaligus mengingatkan pentingnya penghormatan terhadap kebebasan pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi di Indonesia. (*Red)