Pesan tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 DWP Kota Bandung di Masjid Agung Alun-alun Bandung, Kamis 8 Oktober 2026.
Farhan mengucapkan selamat kepada DWP Kota Bandung sekaligus berharap organisasi tersebut terus meningkatkan kontribusinya bagi keluarga, lingkungan sosial, dan pemerintahan.
“Selamat kepada Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung yang pada hari ini bersama-sama merayakan hari jadi yang ke-27. Mari kita bersama-sama mengucapkan Alhamdulillah atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT,” ujar Farhan.
Keluarga Harmonis Jadi Fondasi Pembangunan
Farhan menilai anggota DWP memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus mendukung para aparatur sipil negara (ASN) menjalankan tugas pemerintahan.
Ia mengingatkan bahwa kehidupan rumah tangga perlu dibangun dengan kesetiaan, tanggung jawab, cinta, dan komunikasi yang baik. Nilai-nilai tersebut tidak hanya penting dalam hubungan suami istri, tetapi juga menjadi dasar terciptanya lingkungan keluarga yang sehat.
“Kesetiaan yang mutlak hanya bisa didasarkan atas cinta. Cinta yang murni itu terjadi antara anak dengan ibu, anak dengan ayah, dan apabila diusahakan sebaik mungkin, antara suami dan istri,” katanya.
Menurut Farhan, keharmonisan keluarga dan pelaksanaan tugas pemerintahan perlu berjalan beriringan. Karena itu, para ASN beserta keluarganya diharapkan mampu menjaga komunikasi dan menyelaraskan langkah dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaan.
Farhan Ingatkan Anggota DWP Berhati-hati di Media Sosial
Selain menyoroti ketahanan keluarga, Farhan mengingatkan pentingnya etika dalam menggunakan media sosial. Ia menegaskan bahwa ruang digital tidak sepenuhnya bersifat pribadi karena unggahan maupun percakapan dapat tersebar dan berdampak pada orang lain.
“Media sosial bukan ruangan private. WhatsApp Grup, TikTok, Instagram, Facebook, semuanya harus kita gunakan dengan hati-hati. Apa pun yang kita tulis di media sosial dapat memberikan dampak kepada diri kita dan keluarga,” tuturnya.
Ia menilai kehati-hatian bermedia sosial perlu menjadi perhatian anggota DWP, terutama dalam menjaga kehormatan pribadi, nama baik keluarga, dan institusi pemerintahan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perilaku di ruang digital merupakan bagian dari tanggung jawab sosial. Setiap anggota keluarga ASN diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak, santun, dan tidak menimbulkan persoalan yang dapat merugikan pihak lain.
Pembangunan Bandung Harus Berkelanjutan
Dalam kesempatan yang sama, Farhan mengajak jajaran Pemkot Bandung menghindari ego sektoral maupun ego personal dalam menjalankan pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan merupakan hasil kerja bersama yang harus dilanjutkan dari satu periode kepemimpinan ke periode berikutnya.
Ia menegaskan, program dan fasilitas yang telah dibangun oleh wali kota sebelumnya perlu dipertahankan apabila masih memberikan manfaat. Sementara itu, program yang membutuhkan perbaikan harus dievaluasi sesuai kebutuhan masyarakat.
“Apa yang telah dibangun oleh wali kota sebelumnya, kita pertahankan. Apa yang perlu dikoreksi, kita koreksi,” ujarnya.
Farhan menekankan bahwa pembangunan dan fasilitas kota merupakan milik masyarakat, bukan milik pribadi seorang pemimpin. Karena itu, pergantian kepala daerah tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan program yang masih bermanfaat.
Ia mencontohkan keberadaan taman dan fasilitas publik yang tetap dapat dipertahankan, meskipun penamaannya bisa disesuaikan dengan prinsip toponimi atau tata penamaan tempat.
“Semangatnya adalah ego harus dihilangkan. Kota Bandung adalah milik kita bersama. Begitu juga ketika kembali ke rumah, ego harus kita tinggalkan,” ucapnya.
Farhan berharap semangat mengesampingkan ego tersebut tidak hanya diterapkan dalam pemerintahan, tetapi juga dalam kehidupan rumah tangga. Dengan begitu, keharmonisan keluarga dan kolaborasi antarpihak dapat terus terjaga.
DWP Didorong Bersinergi dengan Organisasi Perempuan
Memasuki usia ke-27, DWP Kota Bandung diharapkan semakin aktif menjalankan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Farhan mendorong organisasi tersebut memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Bandung, PKK, organisasi perempuan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Kolaborasi diperlukan agar program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Para ibu sekalian adalah bagian penting dalam membangun keluarga dan mendukung pembangunan. Mari kita terus berintegrasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Tabligh Akbar dan peringatan HUT ke-27 DWP Kota Bandung ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai religius, keharmonisan keluarga, etika bermedia sosial, serta semangat kebersamaan dalam pembangunan.
Melalui peran aktif para anggota DWP, Farhan berharap keluarga ASN semakin kuat dan mampu menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Bandung yang lebih baik, harmonis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (*Red)











