Bandung, sebelas12.com – Warga Kota Bandung mendapat kemudahan mengakses berbagai layanan publik tanpa harus mendatangi kantor pemerintahan satu per satu. Melalui Gebyar Bandung Utama 2026, sejumlah pelayanan dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi lainnya dihadirkan dalam satu lokasi.
Kegiatan yang memasuki pelaksanaan ketiga tersebut digelar di Lapangan TVRI Jawa Barat, Jalan Cibaduyut, Minggu (20/9/2026). Berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang, kegiatan ini menjadi ruang pelayanan sekaligus interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat.
Beragam layanan tersedia, mulai dari pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak kendaraan, administrasi kependudukan, layanan pertanahan, kesehatan, hingga pelayanan bagi pelaku usaha.
PBB Rengse Sapoe Jadi Salah Satu Layanan Favorit
Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung Apep Insan Parid mengatakan, Gebyar Bandung Utama merupakan bagian dari gerakan Bandung Unggul Melayani Warga.
Konsepnya adalah mendekatkan pelayanan pemerintah agar masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan administrasi dengan lebih mudah.
“Gebyar Utama ini semacam gebyar pelayanan. Bapenda Kota Bandung berkolaborasi dan bersinergi dengan beberapa OPD Kota Bandung serta instansi di luar Kota Bandung,” ujar Apep.
Salah satu layanan yang banyak dimanfaatkan warga adalah pelayanan PBB. Masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan administrasi perpajakan, termasuk PBB Rengse Sapoe, yang memungkinkan proses administrasi diselesaikan pada hari yang sama.
Selain PBB, tersedia pula layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui Samsat serta konsultasi dokumen dan persoalan pertanahan dari Kantor Pertanahan Kota Bandung.
Warga Bisa Urus Dokumen hingga Periksa Kesehatan
Gebyar Bandung Utama tidak hanya menghadirkan pelayanan administrasi dan perpajakan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan serta penanganan kebakaran ringan. Salah satu materi yang diberikan berkaitan dengan potensi kebakaran di rumah akibat penggunaan kompor gas.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga membuka layanan bagi masyarakat, mulai dari pembagian bibit tanaman dan ikan hias hingga pemeriksaan kesehatan hewan secara gratis.
Pemilik hewan peliharaan, termasuk kucing, dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan, sterilisasi hingga vaksinasi rabies.
Sementara itu, masyarakat yang membutuhkan kebutuhan pokok dapat berbelanja melalui bazar murah yang disediakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian.
Pelaku usaha perseorangan dengan tingkat risiko rendah juga mendapat kemudahan melalui layanan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dari DPMPTSP.
Di bidang administrasi kependudukan, warga dapat melakukan perekaman KTP elektronik sekaligus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Pemeriksaan kesehatan gratis turut tersedia melalui Puskesmas Puter.
Warga Manfaatkan Hari Libur untuk Mengurus Administrasi
Kehadiran berbagai layanan pada hari Minggu menjadi salah satu hal yang dirasakan manfaatnya oleh warga. Masyarakat dapat mengurus kebutuhan administrasi tanpa harus meninggalkan pekerjaan pada hari kerja.
Widiani, warga Muhammad Toha, Bandung, memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membayar PBB sekaligus menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Memudahkan. Tidak perlu hari kerja, karena kadang bentrok dengan pekerjaan rutin. Kalau hari weekend seperti ini, kita bisa memanfaatkan waktu libur sambil olahraga,” ujarnya.
Menurut Widiani, konsep pelayanan dalam satu lokasi membuat warga dapat menyelesaikan beberapa kebutuhan sekaligus. Setelah membayar PBB, ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk mengecek kadar gula darah.
Sementara itu, Tia, warga Cibaduyut, mengaku terbantu dengan hadirnya pelayanan PBB di lokasi kegiatan.
“Alhamdulillah ada keringanan. Yang tadinya enggak tahu jadi tahu. Kalau sekarang sehari beres. Lebih enak dan lebih praktis,” katanya.
Menurut Tia, sebelumnya ada kondisi tertentu yang membuat masyarakat harus mendatangi lokasi pelayanan tertentu untuk mengurus pembayaran PBB. Dengan pelayanan yang hadir lebih dekat, proses tersebut menjadi lebih mudah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dan semakin banyak menghadirkan layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan mata.
UMKM hingga Hiburan Anak Meramaikan Kegiatan
Gebyar Bandung Utama juga tidak hanya berfokus pada pelayanan administratif. Sejumlah pelaku UMKM lokal dari berbagai kecamatan ikut membuka stan dan menawarkan beragam produk makanan rumahan.
Bagi keluarga yang datang bersama anak-anak, tersedia pula hiburan dan permainan, termasuk wahana flying fox.
Konsep tersebut membuat Gebyar Bandung Utama tidak hanya menjadi tempat mengurus kebutuhan administrasi, tetapi juga ruang interaksi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Bandung berupaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan warga, sehingga masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan dalam waktu dan lokasi yang lebih mudah dijangkau. (*Red)











