Cianjur, sebelas12.com – Dukungan BRI terhadap UMKM kembali membuahkan hasil. Melalui BRI Branch Office (BO) Cianjur dan BRI Unit Cikaroya, puluhan pengrajin Lampu Gentur di Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang, kini mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional bahkan menembus Malaysia.
Kerajinan Lampu Gentur yang telah ada sejak tahun 1820 ini menjadi salah satu klaster binaan unggulan BRI di Kabupaten Cianjur.
Pemimpin Cabang BRI BO Cianjur, Harry Wahyudi, menyatakan komitmen perseroan dalam mendukung pertumbuhan UMKM berbasis kearifan lokal.
Menurutnya, BRI Unit Cikaroya saat ini telah membina sekitar 70 pengrajin Lampu Gentur dengan total plafon kredit mencapai Rp1,5 miliar.
“Lampu Gentur adalah permata ekonomi kreatif Cianjur. Kami tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga memastikan warisan budaya sejak 1820 ini mampu beradaptasi dengan pasar modern,” ujar Harry.
Dukungan BRI tersebut membantu pengrajin dalam pemenuhan bahan baku, peningkatan kapasitas produksi, hingga perluasan jaringan pemasaran.
UMKM Lampu Gentur Naik Kelas Berkat Akses Permodalan
Salah satu pengrajin binaan BRI, Salmanudin, merasakan langsung manfaat dukungan perbankan. Sejak 2019, ia mengembangkan produksi lampu berbahan kuningan dan kaca bertekstur, serta berinovasi menciptakan hantaran khas Gentur.
Kini produknya telah menembus pasar Malaysia dan rutin dikirim ke Palembang setiap pekan.
Hal serupa dirasakan Gugun Gunadi yang selama lima tahun terakhir konsisten memenuhi permintaan pasar domestik, khususnya Sumatera dan Surabaya.
Akses permodalan dari BRI dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi dan meningkatkan daya saing produk.
Warisan Budaya yang Menjadi Kekuatan Ekonomi
Lampu Gentur awalnya merupakan lampu cempor minyak tanah yang digunakan untuk penerangan anak-anak mengaji di Kampung Gentur. Seiring perkembangan zaman, kerajinan ini bertransformasi menjadi karya seni elektrik bernilai tinggi.
Keahlian membuat Lampu Gentur dipelajari secara otodidak dan diwariskan turun-temurun, membentuk klaster pengrajin khas yang tidak ditemukan di daerah lain.
Melalui dukungan BRI terhadap UMKM, warisan budaya ini kini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
BRI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pertumbuhan klaster UMKM unggulan daerah. Sinergi antara akses keuangan dan keahlian lokal diyakini menjadi kunci agar UMKM mampu naik kelas.
“Kami bangga melihat produk nasabah kami mampu bersaing secara nasional hingga mancanegara. Ini membuktikan UMKM memiliki kualitas kelas dunia jika didukung ekosistem keuangan yang tepat,” tambah Harry.
Dengan dukungan BRI, Lampu Gentur Cianjur kini semakin kokoh sebagai ikon ekonomi kreatif yang bersinar dari desa menuju pasar internasional. (*Red)












