Kembalinya kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi Pemkot Bandung untuk menata ruang publik agar lebih nyaman dan aman bagi masyarakat. Di kawasan Dago, misalnya, penataan dilakukan melalui pengaturan zona aktivitas, sterilisasi jalur utama dari kegiatan komersial dan pembagian ruang bagi pejalan kaki serta pesepeda.
Sejak pukul 06.00 WIB, kawasan Dago mulai dipadati warga yang memanfaatkan jalan bebas kendaraan untuk beraktivitas. Suasana yang lebih tertib menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian pengunjung setelah CFD kembali dibuka.
Adi, warga Ujungberung, mengaku senang dengan penataan CFD Dago yang dinilainya lebih mendukung kegiatan olahraga.
“Suasananya cukup ramai dan meriah. Karena sekarang lebih diperketat, tidak ada yang berjualan dan membagikan brosur di jalur utama, sehingga suasananya jadi jauh lebih fokus untuk olahraga. Pejalan kaki dan pesepeda jadi lebih leluasa,” ujar Adi.
Pemisahan Jalur Bikin CFD Dago Lebih Nyaman
Kenyamanan juga dirasakan Arin yang datang untuk bersepeda. Menurutnya, pemisahan jalur antara pejalan kaki dan pesepeda memberikan ruang gerak yang lebih baik bagi pengunjung.
“Suasananya sangat nyaman, apalagi ada pemisahan jalur antara pejalan kaki dan pesepeda. Area trotoar juga tertib, jadi kami yang bersepeda bisa berhenti sejenak untuk beristirahat dengan tenang,” tuturnya.
Sementara itu, Refa mengaku gembira karena dapat kembali menikmati suasana CFD bersama keluarga setelah kegiatan tersebut sempat dihentikan.
“Sudah lama libur, sekarang baru dibuka lagi. Mungkin karena baru dibuka, jadi masih belum terlalu ramai,” kata Refa.
Antusiasme warga tersebut menunjukkan bahwa ruang publik bebas kendaraan masih menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk beraktivitas pada akhir pekan.
Selain mendukung gaya hidup aktif, CFD juga memberikan kesempatan bagi warga untuk menikmati lingkungan perkotaan tanpa dominasi kendaraan bermotor selama kegiatan berlangsung.
Warga Berharap CFD Buahbatu Kembali Seperti Semula
Di kawasan Buahbatu, pembukaan kembali CFD juga disambut positif. Mardi, salah seorang pengunjung, berharap kegiatan tersebut dapat berjalan kembali seperti sebelumnya, termasuk memberikan ruang bagi pedagang untuk berjualan dengan penataan yang baik.
Menurutnya, keberadaan pedagang dapat menambah pilihan bagi pengunjung yang ingin membeli makanan dan kebutuhan ringan setelah berolahraga.
Mardi juga berharap CFD dapat menjadi salah satu upaya menyediakan ruang aktivitas yang lebih sehat di tengah persoalan polusi udara perkotaan.
“Mudah-mudahan CFD ini bisa berjalan seperti dulu lagi. Kita bisa jalan, jogging, atau bersepeda dengan udara yang lebih sehat,” ujarnya.
Harapan tersebut menjadi catatan bagi penyelenggaraan CFD agar mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat, baik untuk berolahraga maupun menikmati aktivitas ekonomi, tanpa mengurangi kenyamanan dan ketertiban kawasan.
Braga Beken Disambut Positif, Parkir dan Pedagang Jadi Catatan
Selain CFD Dago dan Buahbatu, pengaktifan kembali Braga Beken turut menarik perhatian warga dan wisatawan. Kawasan Braga yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata Kota Bandung kembali memberikan ruang lebih leluasa bagi pejalan kaki saat kendaraan dibatasi.
Nuri, salah seorang pengunjung, menilai kebijakan bebas kendaraan memberikan dampak positif bagi kenyamanan pengunjung yang berjalan menyusuri kawasan tersebut.
“Menurut saya bagus. Kalau jalan lebih leluasa, tidak berbenturan dengan mobil atau kendaraan,” kata Nuri.
Meski demikian, ia menilai masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi agar pelaksanaan Braga Beken berjalan lebih tertib. Salah satunya berkaitan dengan penataan parkir kendaraan yang dinilai perlu mendapat perhatian.
“Parkirnya jangan sembarangan,” tegasnya.
Nuri juga menyoroti keberadaan pedagang di sejumlah titik pinggir jalan. Menurutnya, aktivitas berjualan perlu ditata agar tidak mengganggu akses pengunjung maupun memicu kemacetan di sekitar kawasan.
“Pedagang juga harus tertib, jangan terlalu banyak pedagang di pinggir jalan. Masih ada satu-dua yang berjualan di sana,” ujarnya.
Masukan tersebut menjadi bagian dari aspirasi pengunjung agar pengelolaan kawasan wisata dan ruang publik dapat berjalan seimbang, dengan tetap memperhatikan kenyamanan pejalan kaki, ketertiban pedagang, serta kelancaran lalu lintas di sekitarnya.
Penataan Ruang Publik Perlu Melibatkan Berbagai Pihak
Ramdan, seorang perajin wayang golek yang telah lama beraktivitas di kawasan Braga, juga memberikan tanggapan terkait kembali digelarnya Braga Beken.
Ia berharap penataan kawasan dapat terus dilakukan dengan melibatkan pemerintah dan berbagai pihak terkait, sehingga kebijakan pengaturan kawasan tetap memperhatikan kondisi serta aktivitas masyarakat yang telah lama berada di sana.
Kembalinya CFD Dago, CFD Buahbatu, dan Braga Beken menjadi kesempatan bagi Pemkot Bandung untuk menghidupkan kembali ruang publik sekaligus memperbaiki tata kelola kawasan.
Aspirasi warga mengenai pemisahan jalur, kebersihan udara, penataan parkir, hingga ketertiban pedagang dapat menjadi bahan evaluasi agar kegiatan serupa semakin nyaman dinikmati masyarakat.
Dengan pengelolaan yang konsisten dan kolaborasi berbagai pihak, kawasan bebas kendaraan diharapkan tidak hanya menjadi tempat berolahraga dan rekreasi, tetapi juga ruang publik yang tertib, aman, dan ramah bagi warga maupun wisatawan. (*Red)











