Bandung, sebelas12.com – PT Pos Indonesia (Persero) menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Rumah Tani Nusantara untuk memperkuat distribusi komoditas pertanian ke berbagai wilayah Indonesia. Kerja sama ini bertujuan menjaga kelancaran rantai pasok pangan nasional, terutama di daerah terdampak bencana.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh EVP Enterprise Business Pos Indonesia Dino Ariyadi dan Direktur Utama Rumah Tani Nusantara Bahtiar. Acara tersebut disaksikan Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, serta jajaran direksi dan pejabat terkait.
Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Haris mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan mandat Pos Indonesia sebagai BUMN logistik yang memiliki jaringan terluas di Tanah Air.
“Distribusi pangan yang andal dan merata menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Pos Indonesia siap memastikan pengiriman komoditas pertanian berjalan tepat waktu dan menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah yang masih mengalami keterbatasan akses pascabencana,” ujar Haris.
Melalui kolaborasi ini, Pos Indonesia akan menyediakan layanan pengiriman komoditas pertanian milik Rumah Tani Nusantara, mulai dari penjemputan di gudang atau titik pengumpulan, pengiriman ke pasar tujuan di seluruh Indonesia, hingga layanan bongkar muat dan pelaporan status pengiriman.
Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara Bahtiar menyatakan, dukungan logistik yang andal sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas dan kelancaran distribusi komoditas pertanian segar.
“Dengan jaringan Pos Indonesia, hasil pertanian petani lokal dapat terdistribusi lebih luas dan terorganisir ke pasar induk, pembeli institusional, hingga jaringan distribusi modern,” katanya.
Bahtiar mengungkapkan, sejak 2 Desember 2025 Rumah Tani Nusantara telah menyerap hasil panen petani di wilayah terdampak bencana, di antaranya lebih dari 200 ton cabai, 3,2 ton durian, dan 4 ton kopi. Selain itu, perusahaan juga menyalurkan bantuan beras sebanyak 46 ton kepada masyarakat terdampak.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan menilai peran BUMN logistik semakin strategis dalam menjaga keberlangsungan rantai pasok pangan.
Ia menyebutkan wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh menyumbang PDRB gabungan sebesar 7,82 persen terhadap PDB nasional pada 2024, namun terdampak bencana alam yang mengganggu produksi dan distribusi pangan.
“Peran PT Pos Indonesia sangat penting dalam mendukung distribusi dan menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari percepatan pemulihan ekonomi pascabencana,” ujarnya.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat memperkuat portofolio layanan business to business (B2B) Pos Indonesia, khususnya pada segmen agribusiness dan logistik komoditas pertanian yang memiliki potensi pertumbuhan besar.
Ke depan, kedua pihak membuka peluang pengembangan kerja sama, termasuk layanan logistik agribusiness terintegrasi end-to-end serta optimalisasi jaringan dan fasilitas logistik nasional Pos Indonesia. (*Red)







