Jabar  

Lomba Jurnalistik Polda Jabar Dijamin Independen, Penjurian Sepenuhnya Diampu Pimred Media Arus Utama

Lomba Jurnalistik Polda Jabar Dijamin Independen, Penjurian Sepenuhnya Diampu Pimred Media Arus Utama

Bandung, sebelas12.com – Pelaksanaan Lomba Jurnalistik Polda Jawa Barat menegaskan komitmen terhadap independensi, profesionalisme, dan kebebasan pers. Seluruh proses penilaian karya jurnalistik diserahkan sepenuhnya kepada dewan juri independen yang terdiri atas para pimpinan redaksi dan redaktur senior media arus utama di Jawa Barat tanpa campur tangan dari pihak kepolisian.

Langkah tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap prinsip dasar jurnalistik, yakni objektivitas dan independensi dalam menentukan karya terbaik.

Dewan juri yang dipercaya melakukan penilaian terdiri atas Ketua Dewan Juri Irwan Natsir selaku Pimpinan Redaksi Pikiran Rakyat, kemudian Azam Munawar selaku Pimpinan Redaksi Radar Bandung, Brilliant Awal selaku Redaktur Pelaksana Harian Umum Koran Gala, serta Gin Gin Tigin Ginulur selaku Redaktur Utama Inilahkoran.id.

Ketua Dewan Juri, Irwan Natsir, mengapresiasi sikap Polda Jawa Barat yang memberikan kebebasan penuh kepada dewan juri selama proses penilaian berlangsung.

Menurutnya, independensi merupakan fondasi utama dalam dunia jurnalistik sehingga penjurian yang bebas dari intervensi menjadi nilai penting dalam penyelenggaraan lomba tersebut.

“Independensi merupakan ruh media. Karena itu kami mengapresiasi Polda Jabar yang memberikan kebebasan penuh kepada dewan juri tanpa intervensi dalam menentukan pemenang,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan, seluruh karya yang dinilai merupakan hasil liputan para jurnalis media arus utama di Jawa Barat yang disusun berdasarkan kaidah jurnalistik serta mengedepankan akurasi dan keberimbangan informasi.

Angkat Beragam Isu Strategis

Irwan mengungkapkan, karya-karya yang masuk mengangkat berbagai tema strategis mengenai tugas kepolisian, mulai dari sisi humanis anggota Polri, program ketahanan pangan, pemberantasan narkoba, hingga berbagai kiprah kepolisian dalam melayani masyarakat.

Menurutnya, keberagaman tema tersebut menunjukkan peran media dalam menghadirkan informasi yang edukatif sekaligus kritis kepada publik.

Ia berharap Lomba Jurnalistik Polda Jabar dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai ruang apresiasi bagi insan pers sekaligus mendorong lahirnya karya jurnalistik berkualitas.

Kapolda Jabar: Media Arus Utama Mitra Strategis Lawan Hoaks

Pada penganugerahan lomba yang digelar Kamis (30/7/2026), Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pelibatan para tokoh media sebagai dewan juri merupakan bukti nyata komitmen Polda Jabar membangun sinergi yang terbuka dengan insan pers.

Menurutnya, media arus utama memiliki posisi strategis sebagai penyaji informasi yang faktual, berimbang, dan terverifikasi di tengah derasnya penyebaran hoaks melalui media sosial.

“Dalam penegakan hukum kami tidak bisa bekerja berdasarkan asumsi atau persepsi. Semua harus faktual dan terverifikasi. Begitu juga informasi yang disampaikan kepada masyarakat,” kata Irjen Pipit.

Ia juga menegaskan bahwa Polda Jawa Barat terbuka terhadap kritik yang disampaikan media selama didasarkan pada fakta dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau memang ada yang perlu dikritisi dan itu berdasarkan fakta, silakan dikritisi. Kami akan memperbaikinya,” ujarnya.

Perkuat Sinergi Melalui Gerakan Jawara

Komitmen membangun hubungan yang sehat antara kepolisian dan media juga disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H.

Ia mengajak seluruh insan pers untuk terus menjadi mitra yang kritis sekaligus kolaboratif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui gerakan Jawara (Jaga dan Rawat Jawa Barat).

Melalui sinergi tersebut, Polda Jawa Barat berharap hubungan antara institusi kepolisian dan media dapat terus terjalin secara profesional, transparan, serta mampu menghadirkan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (*Red)