Bandung, sebelas12.com – Inovasi pangan perkotaan Kota Bandung kembali mendapat sorotan internasional. Program Buruan SAE (Sehat, Alami, dan Ekonomis) dipercaya menjadi bagian dari pembelajaran global dalam penguatan tata kelola makanan sekolah dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Atas undangan resmi World Food Programme (WFP) dan Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengikuti Study Visit on School Meals Programme di Milan, Italia, pada 27–30 Juli 2026.
Delegasi Kota Bandung dipimpin Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, yang juga merupakan penggagas Buruan SAE.
Keikutsertaan Bandung dalam forum tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang tumbuh dari masyarakat dan dikembangkan pemerintah daerah mampu memperoleh perhatian di tingkat dunia.
Buruan SAE dinilai memiliki pendekatan yang relevan dengan agenda pangan berkelanjutan karena menghubungkan pertanian perkotaan, pengelolaan sampah organik, hingga penyediaan pangan sehat bagi masyarakat.
Buruan SAE Bawa Pengalaman Bandung ke Forum Global
Gin Gin mengatakan, kunjungan ke Milan bukan sekadar agenda diplomasi atau menghadiri forum internasional. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Bandung untuk belajar langsung dari praktik terbaik pengelolaan makanan sekolah di tingkat global.
“Yang kami bawa pulang bukan hanya pengalaman, tetapi juga pengetahuan, jejaring dan model tata kelola yang dapat diadaptasi untuk memperkuat sistem pangan serta meningkatkan kualitas layanan gizi bagi anak-anak di Kota Bandung,” kata Gin Gin dalam keterangan resminya, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Gin Gin, kunjungan ke Milan menjadi perjalanan ketiganya sebagai penggagas Buruan SAE dalam rangka memperluas jejaring dan pengetahuan mengenai sistem pangan berkelanjutan.
Bandung sebelumnya mendapat apresiasi internasional melalui proposal pengembangan School Meal pada April 2025.
Pengakuan kembali diperoleh pada Oktober 2025 ketika Bandung meraih Special Mention Award kategori Food Waste. Penghargaan tersebut berkaitan dengan upaya mengintegrasikan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), komposting, dan pertanian masyarakat untuk mengurangi sampah organik.
Pelajari Sistem Makan Sekolah di Milan
Selama empat hari di Milan, delegasi Indonesia akan mempelajari berbagai aspek penyelenggaraan makanan sekolah. Materi yang dipelajari mencakup pengelolaan dapur berskala besar, standar keamanan pangan, pengawasan mutu, hingga mekanisme pengadaan bahan pangan yang melibatkan petani lokal.
Delegasi juga dijadwalkan mengikuti lokakarya penyusunan modul pelatihan bagi pengelola dapur MBG.
Selain itu, agenda mencakup pembahasan sistem pengawasan keamanan pangan serta penyusunan model proyek percontohan yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.
Bagi Bandung, pengalaman tersebut menjadi peluang untuk melihat bagaimana sistem pangan lokal dapat diintegrasikan dengan program pemenuhan gizi anak secara lebih efektif.
“Buruan SAE tidak hanya berbicara tentang pertanian perkotaan tetapi juga membangun ekosistem pangan yang sehat, berkelanjutan dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Pengalaman di Milan akan menjadi bekal penting untuk memperkuat implementasinya di Kota Bandung,” ujar Gin Gin.
Buruan SAE Ditargetkan Jadi Pemasok Bahan Pangan MBG
Pemkot Bandung menargetkan hasil pembelajaran dari Milan dapat diterapkan dalam penguatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bandung.
Salah satu konsep yang tengah didorong adalah integrasi Buruan SAE dengan kelompok tani dan peternak binaan DKPP sebagai pemasok bahan pangan segar dan bergizi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Model tersebut diharapkan mampu menciptakan rantai pasok pangan yang lebih pendek dan efisien. Pada saat yang sama, skema ini dapat membuka pasar bagi hasil produksi petani dan peternak lokal.
Dengan demikian, program pangan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat yang berada dalam rantai produksi pangan.
Bandung Perkuat Posisi sebagai Kota Pangan Berkelanjutan
Partisipasi dalam Study Visit on School Meals Programme juga menjadi peluang bagi Kota Bandung untuk memperkuat implementasi kebijakan nasional terkait Program Makan Bergizi Gratis.
Pengalaman yang diperoleh di Milan diharapkan dapat mendukung penerapan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis, khususnya dalam aspek keamanan pangan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan rantai pasok pangan lokal.
Pemkot Bandung optimistis kolaborasi dengan WFP, MUFPP, serta berbagai mitra internasional dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas.
Peluang tersebut mencakup riset, peningkatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan inovasi pangan berkelanjutan.
Dengan rekam jejak Buruan SAE dan pengalaman Bandung dalam mengembangkan ekosistem pangan perkotaan, partisipasi di Milan menjadi momentum untuk membawa inovasi lokal ke panggung global sekaligus membawa pulang praktik terbaik dunia untuk diterapkan di Kota Bandung. (*Red)











