Kota Bandung Bidik Juara Umum Porprov 2026, 1.858 Atlet Disiapkan Tempur

Kota Bandung Bidik Juara Umum Porprov 2026, 1.858 Atlet Disiapkan Tempur

Bandung, sebelas12.com – Pemerintah Kota Bandung bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Dengan kekuatan 1.858 atlet, Kota Bandung membidik posisi dua besar dan tetap memasang target juara umum.

Persaingan Porprov 2026 diperkirakan semakin ketat, terutama karena sejumlah daerah memiliki keuntungan sebagai tuan rumah. Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok disebut menjadi beberapa pesaing kuat yang harus diantisipasi Kota Bandung.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung Sigit Iskandar mengatakan target utama tetap menjadi juara umum. Namun, pihaknya juga realistis dengan kondisi persaingan yang akan dihadapi.

“Kalau target, kita ingin juara umum. Tapi kita realistis saja, mudah-mudahan tidak keluar dari dua besar,” ujar Sigit, Selasa, 8 September 2026.

1.858 Atlet Dipastikan Masuk Persiapan Porprov

Ketua Umum KONI Kota Bandung Nuryadi mengatakan proses pemetaan dan seleksi atlet telah dilakukan sejak Maret 2026. Tahapan tersebut diawali dengan tes fisik terhadap atlet dari berbagai cabang olahraga.

“Sejak Maret tes fisik terhadap semua atlet Kota Bandung yang akan berlaga di Porprov. Alhamdulillah, ada beberapa cabang olahraga yang sangat excellent dan siap tampil tidak hanya di level lokal, tetapi juga internasional,” kata Nuryadi.

Proses seleksi dan pembinaan kemudian membuat jumlah atlet yang dipersiapkan semakin mengerucut. Dari sebelumnya lebih dari 2.000 hingga mendekati 3.000 atlet, kini sekitar 1.858 atlet dipersiapkan untuk berlaga di Porprov 2026.

Latihan intensif juga terus dilakukan masing-masing cabang olahraga. KONI Kota Bandung telah menyalurkan dukungan operasional pembinaan melalui program Bantuan Operasional Pembinaan (BOP).

“Walaupun kondisi efisiensi terjadi di seluruh Indonesia, alhamdulillah Kota Bandung, operasional kepemilikan sudah diserahkan,” ujarnya.

Bukan Hanya Fisik, Mental dan Gizi Atlet Jadi Perhatian

Menurut Sigit, kesiapan atlet menjadi faktor penting dalam mengejar target prestasi. Pembinaan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga harus ditopang kondisi fisik, mental, dan pemenuhan kebutuhan gizi.

“Kalau kesiapan atlet itu sudah standar dan harus dipersiapkan dari segi gizi, kesiapan mental, fisik, semuanya sudah dipersiapkan. Tinggal faktor lain yang juga harus kita hitung,” katanya.

Peran keluarga juga dinilai penting. Para orang tua atlet diharapkan ikut menjaga kondisi fisik dan mental anak selama menjalani program latihan yang intensif, termasuk memastikan kebutuhan gizi terpenuhi.

KONI Bandung Perhatikan Masa Depan Atlet

Persiapan menuju Porprov 2026 tidak hanya berorientasi pada perolehan medali. KONI Kota Bandung juga berupaya memastikan kesejahteraan dan masa depan atlet.

Salah satu bentuk perlindungan diberikan melalui fasilitas asuransi bagi atlet yang mengalami cedera saat menjalani latihan maupun pertandingan.

Di sisi lain, pendidikan atlet menjadi perhatian serius. KONI Kota Bandung menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Taruna Bakti, Unjani, dan Universitas Sangga Buana.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka kesempatan pendidikan dan beasiswa bagi atlet berprestasi.

“Kami mengedepankan pendidikan. Jangan sampai atlet pendidikannya terbengkalai. Atlet itu harus pintar, harus terpelajar,” tegas Nuryadi.

Langkah tersebut diharapkan membuat atlet tidak hanya memiliki prestasi di arena pertandingan, tetapi juga memiliki bekal pendidikan untuk menghadapi kehidupan setelah masa karier olahraga berakhir.

Waspadai Keuntungan Tuan Rumah

Nuryadi mengakui persaingan Porprov 2026 akan semakin berat. Daerah yang menjadi tuan rumah dinilai memiliki keuntungan tersendiri, baik dari sisi dukungan maupun kondisi lingkungan pertandingan yang lebih familiar bagi atlet.

Karena itu, KONI Kota Bandung menerapkan strategi dengan memperkuat persiapan internal sekaligus memantau perkembangan kekuatan daerah pesaing.

“Kami harus berpikir ke internal, namun memantau kemampuan eksternal. Doanya saja dari teman-teman supaya apa yang diinginkan pemerintah dan masyarakat Bandung tetap menghasilkan yang maksimal,” ujarnya.

Nuryadi optimistis Kota Bandung memiliki modal kuat karena ekosistem pembinaan olahraga telah dibangun secara berkelanjutan. Sejumlah atlet asal Bandung juga dinilai konsisten memberikan kontribusi pada berbagai kompetisi di level yang lebih tinggi.

Jelang November, Atlet Diminta Konsisten Berlatih

Menjelang pelaksanaan Porprov pada November 2026, seluruh atlet diminta menjaga konsistensi latihan dan semangat bertanding.

Nuryadi menilai prestasi olahraga tidak lahir dari kerja satu pihak. Ada ekosistem yang melibatkan pemerintah, KONI, cabang olahraga, pelatih, atlet, hingga keluarga.

“Tidak bisa berlari sendiri. Itulah yang disebut ekosistem, mulai dari orang tua menyerahkan anaknya untuk dididik. Secara sistemik pembinaan di Kota Bandung sudah luar biasa,” katanya.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Kota Bandung berharap kekuatan 1.858 atlet mampu menjawab tantangan Porprov 2026 sekaligus membawa kontingen Kota Bandung kembali bersaing di papan atas Jawa Barat.

“Tetap berlatih, semangat untuk menuju Porprov di November 2026,” pungkas Nuryadi. (*Red)