Kang Edwin Senjaya Tegaskan UP2K PKK Harus Naik Kelas, DPRD Siap Kawal Penguatan UMKM Berbasis Keluarga

Kang Edwin Senjaya Tegaskan UP2K PKK Harus Naik Kelas, DPRD Siap Kawal Penguatan UMKM Berbasis Keluarga
Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., dan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Muhammad Reza Panglima Ulung, di acara UP2K PKK tingkat Kelurahan se-Kecamatan Regol, di Aula Kelurahan Ciseureuh, Rabu, 1 Juli 2026. (Robby/Humpro DPRD Kota Bandung)

Bandung, sebelas12.com – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M. menegaskan bahwa Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK tidak boleh dipandang sekadar sebagai program rutin. Menurutnya, UP2K telah menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan Kang Edwin Senjaya saat menghadiri Lomba Produk Unggulan UP2K tingkat Kelurahan se-Kecamatan Regol di Aula Kelurahan Ciseureuh, Rabu 1 Juli 2026. Turut hadir Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Muhammad Reza Panglima Ulung, Camat Regol, para lurah, serta jajaran pengurus dan kader TP PKK se-Kecamatan Regol.

UP2K Dinilai Mampu Menggerakkan Ekonomi Keluarga

Dalam sambutannya, Kang Edwin mengapresiasi konsistensi kader PKK yang terus mengembangkan produk-produk unggulan berbasis potensi lokal. Menurutnya, kreativitas tersebut menjadi bukti bahwa ekonomi keluarga dapat tumbuh dari lingkungan terkecil apabila mendapat pembinaan yang berkelanjutan.

“Kami melihat bahwa gerakan UP2K PKK bukan sekadar program rutin, melainkan motor penggerak ekonomi yang sangat nyata di tingkat akar rumput. Melalui tangan-tangan kreatif ibu-ibu PKK, potensi lokal kelurahan di Kecamatan Regol mampu disulap menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Ia menilai, berbagai produk yang dihasilkan kader PKK memiliki peluang besar untuk berkembang lebih luas apabila didukung peningkatan kualitas, inovasi, pemasaran, hingga akses permodalan.

DPRD Siap Kawal Penguatan UMKM

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Kang Edwin menilai keberadaan UP2K memiliki peran strategis dalam menjaga daya tahan ekonomi rumah tangga. Karena itu, DPRD Kota Bandung berkomitmen memastikan program pemberdayaan masyarakat terus mendapat dukungan kebijakan.

Menurutnya, dukungan legislatif tidak hanya diwujudkan melalui alokasi anggaran, tetapi juga lewat penyusunan regulasi dan pengawasan agar program pembinaan UMKM berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami di DPRD Kota Bandung akan terus berkomitmen mendukung program-program pemberdayaan masyarakat seperti ini melalui fungsi-fungsi penganggaran, pembentukan regulasi maupun pengawasan, agar program pembinaan UMKM dan UP2K terus mengalir dan tepat sasaran,” katanya.

Produk Lokal Harus Mampu Bersaing

Kang Edwin juga mendorong agar produk-produk UP2K tidak berhenti pada ajang perlombaan, tetapi mampu naik kelas menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Menurutnya, semangat inovasi yang ditunjukkan para kader PKK merupakan modal penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM Kota Bandung.

Ia pun memberikan motivasi kepada seluruh peserta lomba agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi terus mengembangkan kualitas produk dan memperluas peluang usaha.

“Menang atau kalah dalam perlombaan hari ini adalah hal yang biasa. Namun bagi saya, ibu-ibu PKK semua yang hadir di sini yang membawa produk unggulannya masing-masing adalah pemenang yang sesungguhnya, karena telah berani berinovasi dan berkontribusi nyata bagi keluarga dan lingkungannya. Teruslah bersemangat, teruslah berkarya, dan jangan lelah untuk belajar memajukan produk lokal Bandung,” tutur Kang Edwin.

Melalui kegiatan tersebut, DPRD Kota Bandung berharap gerakan UP2K PKK Kota Bandung semakin berkembang sebagai pilar pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, PKK, dan pelaku UMKM dinilai menjadi kunci untuk melahirkan lebih banyak produk lokal yang kompetitif, memperluas lapangan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kota Bandung. (*Red)