Bandung, sebelas12.com – Momentum World Digestive Health Day 2026 dimanfaatkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Agung Firmansyah Sumantri, untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan pencernaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan mencegah berbagai penyakit sejak dini.
Menurut dr. Agung, kesehatan sistem pencernaan sering kali kurang mendapat perhatian, padahal memiliki peran besar dalam menjaga daya tahan tubuh serta mendukung fungsi organ tubuh secara keseluruhan.
“Kesehatan pencernaan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas hidup seseorang. Karena itu, masyarakat perlu lebih peduli terhadap pola makan dan gaya hidup sehari-hari,” ujarnya.
Kesehatan Pencernaan Jadi Fondasi Kualitas Hidup
dr. Agung menilai masih banyak masyarakat yang menganggap gangguan pencernaan sebagai masalah ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Padahal, berbagai gangguan pada saluran cerna dapat berdampak terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh jika tidak ditangani dengan baik.
Menurutnya, sistem pencernaan yang sehat berperan dalam penyerapan nutrisi, menjaga keseimbangan metabolisme, hingga mendukung sistem kekebalan tubuh.
“Pencernaan yang sehat menjadi salah satu kunci utama menjaga daya tahan tubuh dan kualitas hidup. Karena itu, masyarakat perlu mulai memperhatikan pola makan, asupan gizi, hingga gaya hidup sehari-hari,” katanya.
World Digestive Health Day 2026 Angkat Tema “Rise Up Your Gut”
Dalam peringatan World Digestive Health Day 2026 yang mengusung tema “Rise Up Your Gut”, dr. Agung mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat yang berfokus pada kesehatan usus dan saluran pencernaan.
Ia menekankan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak asupan serat dari buah dan sayuran, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan makanan tinggi lemak.
Menurutnya, perubahan pola hidup sederhana dapat memberikan dampak besar dalam menjaga kesehatan pencernaan dalam jangka panjang.
Stres dan Gaya Hidup Tidak Sehat Perlu Diwaspadai
Selain pola makan, dr. Agung juga menyoroti faktor lain yang sering menjadi pemicu gangguan pencernaan, yakni stres dan gaya hidup yang kurang sehat.
Aktivitas yang padat, kurang istirahat, kebiasaan merokok, hingga pola makan yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah kesehatan pencernaan.
Karena itu, ia mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna sejak usia dini.
“Edukasi kesehatan pencernaan perlu terus diperkuat agar masyarakat memiliki kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat secara konsisten,” ujarnya.
Dorong Pemanfaatan Program UHC untuk Pemeriksaan Dini
Dalam kesempatan tersebut, dr. Agung juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC) yang telah berjalan di Kota Bandung.
Menurutnya, program tersebut memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan deteksi dini berbagai penyakit.
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan sejak dini merupakan langkah penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius dan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.
“Dengan adanya UHC, masyarakat diharapkan tidak ragu memeriksakan kondisi kesehatannya ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mencegah penyakit yang lebih serius,” katanya.
Bangun Kebiasaan Hidup Sehat Sejak Sekarang
dr. Agung berharap peringatan World Digestive Health Day 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Ia mengajak warga untuk mulai menerapkan kebiasaan hidup sehat secara konsisten, mulai dari menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengelola stres, hingga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli kesehatan. Mari bersama-sama membangun kebiasaan hidup sehat demi kualitas hidup yang lebih baik,” tutupnya. (*Red)











