Apresiasi DPRD Kota Bandung untuk Posyandu Manjahlega, Partisipasi Warga Dinilai Tinggi

Apresiasi DPRD Kota Bandung untuk Posyandu Manjahlega, Partisipasi Warga Dinilai Tinggi
Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., pada Monitoring Kegiatan Posyandu 6 SPM Merkuri dan Cek Kesehatan Gratis di Balai RW 04 Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, Bandung, Rabu, 15 April 2026. (Ariel/Humpro DPRD Kota Bandung)

Bandung, sebelas12.com – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Edwin Senjaya, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan posyandu yang dinilai berjalan optimal serta mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Kegiatan Monitoring Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Merkuri dan cek kesehatan gratis yang digelar di Balai RW 04 Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, Rabu (15/4/2026), menjadi bukti nyata keterlibatan aktif warga dalam menjaga kesehatan lingkungan.

“Pelaksanaan kegiatan sangat baik, animo warga juga luar biasa. Mudah-mudahan kegiatan ini terus dilakukan karena manfaatnya jelas dirasakan oleh masyarakat,” ujar Edwin.

Ia menilai, posyandu tidak hanya berfungsi sebagai layanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mampu mempererat hubungan antarwarga di lingkungan permukiman.

Tantangan Kader Posyandu dan Nilai Pengabdian Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Edwin juga menyoroti besarnya tanggung jawab kader posyandu, terutama dengan adanya enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus dijalankan. Menurutnya, beban kerja yang meningkat belum sepenuhnya diimbangi dengan insentif yang memadai.

“Dengan tanggung jawab yang semakin besar, tentu ini bukan hal mudah. Namun apa yang dilakukan para kader posyandu sangat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia pun memberikan motivasi kepada para kader agar tetap semangat dalam menjalankan tugas sosial. Edwin menekankan bahwa setiap bentuk pengabdian kepada masyarakat memiliki nilai yang besar dan akan memberikan dampak positif jangka panjang.

Momen kunjungan tersebut juga menjadi ajang nostalgia bagi Edwin. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan wilayah tersebut karena pernah tinggal di kawasan Margahayu Raya hingga menamatkan pendidikan SMA.

“Wilayah ini bukan hal baru bagi saya, dulu saya tinggal di sini sampai lulus SMA. Senang sekali bisa kembali dan bertemu dengan warga,” ungkapnya.

Edwin berharap kegiatan posyandu tidak hanya terus berlanjut, tetapi juga semakin berkembang sebagai sarana pelayanan kesehatan sekaligus wadah komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan di Kota Bandung. (*Red)