Home Bandung Raya Adi Nugraha: Ujungberung Dapil Neraka, Suasana Surga!

Adi Nugraha: Ujungberung Dapil Neraka, Suasana Surga!

by Admin
Adi Nugraha Ujungberung Dapil Neraka, Suasana Surga!

Bandung, sebelas12.com – Masa kampanye pemilu 2024 sudah dimulai sejak tanggal 28 November 2023 lalu, dan berakhir 10 Februari 2024. Ini berarti, para peserta pemilu diberi waktu selama 2 bulan 12 hari untuk menyampaikan visi, misi calon legislatif (caleg) dan parpol untuk menarik hati rakyat.

Menurut Ketua sekaligus Kordiv SDM, Organisasi, Pendidikan, Pelatihan, Data dan Irformasi Panwaslu Kecamatan Ujungberung, Adi Nugraha, mengungkapkan, Kecamatan Ujungberung sebagai bagian dari 30 kecamatan di Kota Bandung, kampanye telah berlangsung dengan gegap gempita. Adapun metode kampanye yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan KPU No. 15 tahun 2023 tentang pemilihan umum 2024, yakni dengan metode tatap muka, pertemuan terbatas dan rapat terbatas.

“Meski ada beberapa calon legislatif dan tim pemenangan presiden dan wakil presiden yang memberikan sembako dengan ketentuan tebus murah dan pasar murah, pada pemilu 2024 hal ini diperbolehkan, karena memang sesuai ketentuan KPU dalam PKPU 15 Tahun 2023 dan perubahan di PKPU 20 Tahun 2023,” ungkap Adi Nugraha.

Menurut Adi, sebagai bagian dari Dapil 3, Kecamatan Ujungberung merupakan “Dapil Neraka” bagi para peserta pemilu, karena potensi pemilih yang tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 65.845.

“Pemilih sebanyak ini akan diperebutkan oleh 18 partai yang berkontestasi di daerah pemilihan (Dapil) 3 yang akan diwakili oleh 8 kursi legislatif DPRD tingkat 1 Kota Bandung, DPRD Tingkat 2 Provinsi Jawa Barat dan DPR RI,” ujarnya.

Adi menambahkan, meski persaingan di Dapil 3 begitu ketat, menurutnya para peserta pemilu menjalankan aktifitas kampanye dengan mengikuti ketentuan yang berlaku, rapat umum terbuka selalu dihadiri oleh tidak kurang 100 sampai 150 orang dan tatap muka minimal dihadiri oleh 40 peserta kampanye.

“Hal ini menunjukkan antusias warga Ujungberung yang cukup baik dalam menghadapi masa kampanye ini,” katanya.

Lebih lanjut Adi mengatakan, pemilu pada hakikatnya adalah pesta rakyat yang seharusnya menjadi pesta bersama sebagai refleksi kehidupan demokrasi yang menjadi kesepakatan sistem bernegara yang telah diamalkan sejak Indonesia merdeka.

“Prinsip pemilu ‘Jurdil Luber’ telah menjadi landasan bangsa ini dalam melaksanakan pemilihan umum 2024 dengan aman, nyaman dan gembira,” tandasnya. (*Red)

Related Posts

Leave a Comment