Jakarta, sebelas12.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menunjukkan kinerja yang tetap solid di bawah supervisi Danantara dengan mencatatkan pertumbuhan laba, peningkatan penyaluran kredit, serta membagikan dividen terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Capaian tersebut menjadi fondasi bagi BRI untuk memperkuat transformasi bisnis sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Kinerja positif itu menjadi sinyal bahwa BRI tidak hanya fokus menjaga profitabilitas, tetapi juga memperkuat fungsi intermediasi dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan UMKM, sektor produktif, hingga program strategis pemerintah.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, transformasi yang dijalankan perseroan akan terus diperkuat dengan memanfaatkan momentum hadirnya Danantara sebagai pengelola investasi pemerintah.
“BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung pencapaian program strategis nasional,” ujar Hery.
Sepanjang 2025, BRI membukukan laba konsolidasian sebesar Rp57,132 triliun dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp56,65 triliun.
Kinerja tersebut mengantarkan perseroan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham. Nilai tersebut merupakan dividen terbesar yang pernah dibagikan BRI dan kembali menempatkan perseroan sebagai salah satu penyumbang dividen terbesar bagi negara.
Momentum positif berlanjut pada Triwulan I 2026. BRI mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit meningkat menjadi Rp1.562 triliun atau naik 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555 triliun atau tumbuh 9,4 persen.
Transformasi Bisnis Berlanjut
Selain mencatat pertumbuhan bisnis, BRI juga mempercepat transformasi melalui program BRIVolution Reignite yang difokuskan pada penguatan struktur pendanaan, digitalisasi layanan, efisiensi operasional, serta pengembangan bisnis inti dan sumber pertumbuhan baru.
Transformasi tersebut diperkuat melalui peluncuran identitas korporasi baru pada akhir 2025 yang mengusung semangat “Satu Bank untuk Semua”. Rebranding dilakukan untuk mempertegas posisi BRI sebagai bank yang inklusif tanpa meninggalkan komitmennya terhadap pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan.
Dari sisi efisiensi, struktur pendanaan BRI juga semakin membaik. Hingga Triwulan I 2026, dana murah (CASA) tumbuh 13,2 persen menjadi Rp1.058,6 triliun sehingga rasio CASA meningkat menjadi 68,07 persen.
Kondisi tersebut mendorong penurunan cost of fund (CoF) menjadi 2,3 persen dari sebelumnya 3 persen pada periode yang sama tahun lalu. Perbaikan ini didukung meningkatnya transaksi melalui BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI.
Fokus Dorong Ekonomi Kerakyatan
Komitmen BRI terhadap ekonomi kerakyatan juga tercermin melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Mei 2026, realisasi KUR mencapai Rp84,36 triliun atau sekitar 46,87 persen dari total alokasi Rp180 triliun.
Sebanyak 67,18 persen pembiayaan disalurkan ke sektor produktif dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar mencapai Rp35,91 triliun.
Selain itu, pembiayaan Kredit Pemilikan Properti (KPP) juga mencapai Rp9,5 triliun kepada lebih dari 68 ribu debitur. Melihat tingginya permintaan, BRI meningkatkan target penyaluran KPP tahun 2026 dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun.
Di sektor pemberdayaan masyarakat, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku.
Sementara itu, kontribusi perusahaan anak juga semakin signifikan. Hingga akhir Triwulan I 2026, entitas anak BRI membukukan laba Rp3,89 triliun atau menyumbang sekitar 25,1 persen terhadap laba bersih konsolidasian perseroan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menilai kinerja positif bank-bank Himbara menjadi modal penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kinerja bank Himbara yang positif menjadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional,” kata Dony. (*Red)











