Bandung, sebelas12.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus menggenjot penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Program ini menyasar 146.232 Penerima Bantuan Pangan (PBP) untuk periode Februari–Maret 2026.
Bantuan berupa beras dan minyak goreng tersebut merupakan bagian dari program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang bersumber dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Perum Bulog.
Jumlah Penerima Bantuan Meningkat Signifikan
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menyampaikan jumlah penerima bantuan mengalami peningkatan signifikan dibanding periode sebelumnya.
“Jika pada Oktober–November 2025 sebanyak 80.221 penerima, kini meningkat menjadi 146.232 penerima. Artinya ada penambahan 66.011 penerima,” ujarnya, Minggu 3 Mei 2026.
Ia menjelaskan, para penerima tersebar di 30 kecamatan dan 151 kelurahan di Kota Bandung.
Gunakan Data Nasional untuk Tepat Sasaran
Gin Gin menambahkan, data penerima bantuan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Setiap Penerima Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak
Dalam program ini, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Penyaluran dilakukan sekaligus untuk dua bulan.
Dengan demikian, masing-masing penerima memperoleh total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Pengawasan Kualitas Dilakukan Ketat
DKPP Kota Bandung juga memastikan kualitas bantuan tetap terjaga. Pengawasan dilakukan sejak proses penyimpanan di gudang hingga distribusi ke masyarakat.
“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bantuan yang diterima dalam kondisi baik dan layak konsumsi,” kata Gin Gin.
Realisasi Capai 28 Persen, Distribusi Terus Dikebut
Hingga 2 Mei 2026, realisasi penyaluran bantuan telah mencapai 41.403 penerima atau sekitar 28 persen dari total sasaran. Distribusi telah berlangsung di 8 kecamatan dan 28 kelurahan.
Pemkot Bandung menegaskan penyaluran akan terus dipercepat hingga seluruh penerima mendapatkan bantuan secara maksimal.
Program ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, menekan laju inflasi, serta memperkuat ketahanan pangan di tengah dinamika ekonomi. (*Red)












