Inovasi pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital tersebut menjadi andalan Tatang dalam menghadirkan layanan publik yang lebih mudah diakses, efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebagai bagian dari Seleksi Tahap III, visitasi lapangan digelar pada Senin (26/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memverifikasi pelaksanaan inovasi, peran kepemimpinan, dukungan para pemangku kepentingan, serta manfaat SALAMAN bagi masyarakat.
Visitasi tersebut dihadiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung Susanto Triyogo Adiputro. Sejumlah perwakilan akademisi, mitra kerja, masyarakat, dan media juga turut hadir untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan inovasi pelayanan publik.
Tim penilai terdiri atas unsur akademisi dan peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB), UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta Universitas Padjadjaran (Unpad).
SALAMAN Dorong Transformasi Pelayanan Administrasi Kependudukan
Inovasi SALAMAN dikembangkan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus selalu bergantung pada kehadiran fisik di kantor pelayanan.
Melalui pemanfaatan teknologi digital, Disdukcapil Kota Bandung berupaya memangkas hambatan pelayanan sekaligus meningkatkan efisiensi proses administrasi kependudukan.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan publik yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Penerapan SALAMAN juga sejalan dengan arah pengembangan pemerintahan digital dan konsep Bandung Smart City, yang menempatkan teknologi informasi sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas layanan pemerintah.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses layanan administrasi kependudukan secara lebih praktis, transparan, dan mudah dijangkau.
Visitasi Jadi Ajang Pembuktian Dampak Inovasi
Dalam tahapan visitasi, tim penilai mendalami berbagai aspek penerapan SALAMAN, mulai dari proses pengembangan, implementasi dalam pelayanan sehari-hari, capaian yang dihasilkan, hingga dukungan organisasi dan mitra kerja.
Strategi keberlanjutan inovasi juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Hal ini diperlukan untuk melihat bagaimana inovasi pelayanan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Keikutsertaan Tatang Muhtar dalam Seleksi ASN Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan praktik inovasi pelayanan administrasi kependudukan yang dikembangkan Pemerintah Kota Bandung.
Lebih dari sekadar pemanfaatan teknologi, inovasi tersebut menekankan pentingnya kepemimpinan dan kolaborasi lintas sektor dalam mendorong perubahan di lingkungan pemerintahan.
Dukungan pemerintah daerah, DPRD, akademisi, mitra kerja, masyarakat, dan media diharapkan dapat memperkuat pengembangan SALAMAN sekaligus memperluas informasi mengenai kemudahan layanan administrasi kependudukan berbasis digital.
Disdukcapil Kota Bandung pun berkomitmen melanjutkan pengembangan SALAMAN agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui inovasi ini, pelayanan administrasi kependudukan diharapkan semakin mudah diakses, cepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (*Red)











