Simpang Sejuta Selamat Kembali Digelar di Simpang Cikapayang

Simpang Sejuta Selamat Kembali Digelar di Simpang Cikapayang

Bandung, sebelas12.com – Program Simpang Sejuta Selamat kembali digelar di kawasan Simpang Cikapayang, Jalan Ir. H. Juanda (Dago), Kota Bandung, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi Komunitas Edan Sepur Indonesia ini menjadi upaya kolaboratif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas di salah satu titik yang dikenal rawan kecelakaan.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Komunitas Edan Sepur Indonesia, Polisi Siswa SMAN 6 Bandung, SMKN 11 Bandung, SMKN 12 Bandung, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung, Satpol PP Kota Bandung, hingga para relawan.

Koordinator Daerah 2 Bandung Komunitas Edan Sepur Indonesia, Abdullah Putra Gandhara, mengatakan kegiatan ini merupakan pelaksanaan ketiga Simpang Sejuta Selamat yang difokuskan di kawasan yang berdekatan dengan perlintasan sebidang kereta api.

Dipilih karena Rawan Kecelakaan

Abdullah menjelaskan, Simpang Cikapayang dipilih berdasarkan tingginya aktivitas kendaraan dan informasi mengenai masih sering terjadinya kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.

“Untuk kali ini kami melaksanakan di Cikapayang Dago karena berdasarkan informasi yang kami dapat dari Call Center 112, di sini cukup sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Selain itu, dari kawasan ini pengendara juga akan melewati beberapa perlintasan sebidang, sehingga edukasi keselamatan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara langsung di lapangan agar pesan keselamatan lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh para pengguna jalan.

Edukasi Langsung kepada Pengguna Jalan

Dalam kegiatan tersebut, para peserta memberikan edukasi kepada pengendara mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas. Materi yang disampaikan antara lain kewajiban berhenti di belakang zebra cross dan garis henti, mematuhi lampu lalu lintas, menggunakan helm berstandar keselamatan, tidak melawan arus, serta tidak memanfaatkan trotoar sebagai jalur kendaraan.

Abdullah mengungkapkan, pelanggaran seperti tidak mengenakan helm dan melawan arus masih sering ditemukan. Bahkan, saat kegiatan berlangsung sempat terjadi insiden yang nyaris menyebabkan kecelakaan akibat pengendara yang melanggar aturan.

“Kami mengimbau seluruh pengendara agar selalu tertib dan disiplin berlalu lintas kapan pun dan di mana pun, baik di persimpangan jalan maupun di pintu perlintasan sebidang. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Sosialisasi Layanan Darurat 112 dan PSC 119

Selain mengampanyekan keselamatan berlalu lintas, Simpang Sejuta Selamat juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan layanan panggilan darurat 112 serta Public Safety Center (PSC) 119 kepada masyarakat.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami cara mengakses layanan darurat secara gratis apabila menemukan kecelakaan lalu lintas maupun kondisi kedaruratan lainnya.

“Diharapkan masyarakat semakin memahami akses layanan darurat sehingga dapat segera melapor apabila menemukan kecelakaan maupun kondisi darurat lainnya,” ujar Abdullah.

Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas

Kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, kepolisian, pelajar, dan relawan menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan Simpang Sejuta Selamat. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan di jalan.

Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Komunitas Edan Sepur Indonesia berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya di kawasan Simpang Cikapayang dan perlintasan sebidang kereta api di Kota Bandung, dapat terus ditekan. (*Red)