Ragam  

RUPSLB Solusi Bangun Indonesia Ubah Strategi, Pasar Domestik dan Ekspor Jadi Andalan Pertumbuhan

RUPSLB Solusi Bangun Indonesia Ubah Strategi, Pasar Domestik dan Ekspor Jadi Andalan Pertumbuhan
Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Solusi Bangun Indonesia Tbk yang dilaksanakan di Ra Suites Simatupang, Jumat, (25/9/2026).

Jakarta, sebelas12.com – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk memperkuat struktur manajemen dan strategi bisnis untuk menopang agenda transformasi serta pertumbuhan perusahaan. Langkah tersebut menjadi salah satu hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Jumat 25 September 2026.

Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat Fadlansyah Lubis sekaligus mengangkat Daniel Tumpal Sumurung Simanjuntak sebagai Komisaris Utama Solusi Bangun Indonesia.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat fondasi organisasi sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dinamika industri bahan bangunan.

Susunan Manajemen Solusi Bangun Indonesia

Setelah keputusan RUPSLB, susunan Dewan Komisaris Solusi Bangun Indonesia terdiri atas:

  • Daniel Tumpal Sumurung Simanjuntak – Komisaris Utama
  • Prasetyo Suharto – Komisaris
  • Shinji Fukami – Komisaris
  • Agnes Marcellina Tjhin – Komisaris Independen
  • Husnedi – Komisaris Independen

Sementara jajaran Direksi terdiri atas:

  • Rizki Kresno Edhie Hambali – Direktur Utama
  • Asruddin – Direktur
  • Edi Sarwono – Direktur
  • Yasuhide Abe – Direktur

Corporate Communications Manager PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Novi Maryanti, mengatakan keputusan RUPSLB menjadi bagian penting dari penguatan organisasi untuk mendukung transformasi bisnis perusahaan.

“Dengan fondasi yang semakin kuat, kami akan terus mengoptimalkan kapabilitas dan aset yang dimiliki untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru,” ujar Novi.

Kinerja Semester I 2026 Jadi Modal Pertumbuhan

Penguatan organisasi tersebut dilakukan di tengah kinerja Solusi Bangun Indonesia yang mencatat pertumbuhan pada semester I 2026.

Perseroan membukukan pendapatan Rp5,5 triliun, naik 10,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan mencapai Rp278 miliar, tumbuh 4,31 persen.

Sementara itu, volume penjualan meningkat 6,9 persen menjadi 6,10 juta ton.

Kinerja tersebut menjadi pijakan bagi perseroan untuk memperkuat bisnis pada semester II 2026 melalui tiga fokus utama, yakni operational excellence, disiplin pengelolaan keuangan, serta perluasan basis pasar.

Perluasan pasar diarahkan tidak hanya ke pasar domestik, tetapi juga pasar ekspor.

Di dalam negeri, Solusi Bangun Indonesia berupaya memperkuat penetrasi pasar di Jawa Barat, antara lain melalui reaktivasi Semen Kujang.

Untuk pasar internasional, perseroan mengembangkan ekspor semen tipe khusus ke Amerika Serikat dengan target volume mencapai 450 ribu metrik ton (MT) sepanjang 2026.

Strategi ekspor tersebut didukung fasilitas dermaga dan produksi terintegrasi di Tuban, Jawa Timur. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas hingga 1 juta ton semen per tahun dan menjadi salah satu aset yang dioptimalkan untuk meningkatkan utilitas sekaligus memperluas pasar internasional.

“Ke depan, Solusi Bangun Indonesia akan memperkuat fokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional, optimalisasi proses dan aset, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan,” kata Novi.

Menurut dia, perluasan basis pasar domestik dan ekspor juga akan terus dilakukan untuk memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

RUPSLB Sesuaikan Anggaran Dasar dengan KBLI 2025

Selain perubahan susunan pengurus, RUPSLB juga menyetujui penyusunan kembali Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha.

Penyesuaian tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS) sekaligus menyelaraskan kegiatan usaha perusahaan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Rapat juga menyetujui pendelegasian kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk memberikan persetujuan atas perubahan atau penyesuaian Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.

Rangkaian keputusan tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola dan kesiapan organisasi Solusi Bangun Indonesia dalam menjalankan agenda bisnis secara adaptif.

Dengan penguatan manajemen, optimalisasi aset, peningkatan efisiensi, serta ekspansi pasar domestik dan ekspor, perseroan menargetkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah dinamika industri bahan bangunan. (*Red)