Bandung, sebelas12.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggandeng Big Bad Wolf Books Indonesia untuk menghadirkan cara baru menikmati literasi. Melalui Festival Pages and Plates, buku, kuliner, komunitas, dan wisata dipadukan dalam satu ruang di Bikasoga Sport Center pada 3–9 Agustus 2026.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung membangun budaya literasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Pendekatan yang dikembangkan tidak hanya mengandalkan aktivitas membaca, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan relevan dengan gaya hidup masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, peningkatan literasi membutuhkan pendekatan yang kreatif agar mampu menjangkau lebih banyak kalangan, terutama generasi muda.
“Literasi itu bukan sekadar masalah membaca. Literasi adalah semangat untuk mencari tahu. Dari rasa ingin tahu itulah orang terdorong mencari informasi, belajar, lalu membaca lebih dalam,” ujar Farhan dalam talkshow Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat (31/7/2026).
IPLM Bandung Masih Jadi Tantangan
Farhan mengungkapkan, berdasarkan data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), capaian Kota Bandung masih berada di bawah rata-rata Jawa Barat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Bandung terus mencari pendekatan baru untuk membangun budaya literasi di tengah masyarakat.
Menurut Farhan, penyediaan perpustakaan saja belum cukup untuk meningkatkan minat baca. Pemerintah perlu menciptakan ekosistem yang membuat masyarakat merasa nyaman dan memiliki kedekatan dengan aktivitas membaca.
“Orang datang ke Kota Bandung mencari pengalaman. Karena itu kami menghadirkan kegiatan yang menawarkan pengalaman baru, mulai dari membaca buku, menikmati kuliner, hingga berinteraksi dengan komunitas dan pelaku UMKM lokal,” katanya.
Konsep tersebut sekaligus dinilai sejalan dengan karakter Kota Bandung sebagai kota kreatif dan destinasi wisata yang menawarkan beragam pengalaman kepada pengunjung.
Pages and Plates Jadi Ruang Literasi yang Lebih Menarik
Festival Pages and Plates dirancang untuk mempertemukan berbagai aktivitas dalam satu rangkaian. Pengunjung tidak hanya dapat berburu buku, tetapi juga menikmati kuliner serta berinteraksi dengan komunitas dan pelaku UMKM Kota Bandung.
Konsep ini diharapkan mampu mengubah pandangan bahwa literasi hanya berkaitan dengan aktivitas membaca di perpustakaan atau ruang belajar formal.
Pemkot Bandung juga terus melakukan pembenahan sektor perpustakaan, termasuk memperkuat sumber daya manusia dan mendorong inovasi agar perpustakaan berkembang menjadi ruang publik yang lebih hidup.
Dengan ekosistem tersebut, aktivitas membaca diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman sosial dan budaya masyarakat.
Big Bad Wolf Bawa Buku Berkualitas ke Tengah Kota
Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Martinus Wandi Budianto, mengatakan Festival Pages and Plates menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya Big Bad Wolf hadir di dalam Kota Bandung setelah sekitar satu dekade berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia.
Kolaborasi dengan Pemkot Bandung dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap buku berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami ingin buku tidak menjadi barang mewah yang hanya bisa diakses kalangan tertentu. Buku harus mudah dijangkau dan dapat menginspirasi lebih banyak orang,” ujar Martinus.
Menurutnya, perkembangan minat baca, khususnya di kalangan anak muda dan Generasi Z, menunjukkan tren yang positif dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan, karya-karya sastra klasik kembali mendapatkan perhatian dari pembaca muda.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap buku masih memiliki ruang untuk terus tumbuh apabila dikemas dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter pembaca masa kini.
Libatkan UMKM dan Komunitas Bandung
Festival Pages and Plates tidak hanya menghadirkan ribuan judul buku. Kegiatan ini juga melibatkan komunitas serta pelaku UMKM kuliner Kota Bandung.
Kehadiran UMKM membuat festival memiliki dimensi ekonomi kreatif sekaligus memperkuat pengalaman wisata bagi pengunjung.
Pengunjung dapat menjadikan aktivitas berburu buku sebagai bagian dari perjalanan menikmati kuliner dan suasana Kota Bandung.
Bagi Pemkot Bandung, pola kolaborasi semacam ini menjadi salah satu cara membangun ekosistem literasi yang lebih inklusif sekaligus memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif lokal.
Jadi Awal Pengembangan Festival Literasi Bandung
Kolaborasi Pemkot Bandung dan Big Bad Wolf Books Indonesia melalui Pages and Plates diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan literasi dengan konsep kreatif.
Jika mendapat respons positif dari masyarakat, konsep serupa akan dikembangkan melalui berbagai kegiatan literasi lainnya.
Pemkot Bandung juga membuka peluang melibatkan perpustakaan komunitas yang tersebar di berbagai wilayah kota. Dengan begitu, gerakan literasi tidak hanya berlangsung dalam festival, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas berkelanjutan di tingkat masyarakat.
Melalui perpaduan buku, kuliner, komunitas, dan ekonomi kreatif, Festival Pages and Plates diharapkan mampu membuat literasi terasa lebih dekat sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai kota yang menawarkan pengalaman kreatif dan edukatif bagi masyarakat maupun wisatawan. (*Red)











