Jelang Festival Asia Afrika 2026, Pemkot Bandung Percantik Simpang Lima dan Kawasan Cagar Budaya

Jelang Festival Asia Afrika 2026, Pemkot Bandung Percantik Simpang Lima dan Kawasan Cagar Budaya

Bandung, sebelas12.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mempercantik kawasan Simpang Lima sebagai bagian dari persiapan menyambut Festival Asia Afrika 2026. Penataan difokuskan pada kebersihan, estetika kawasan, serta pelestarian bangunan cagar budaya agar wajah Kota Bandung semakin menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penataan Simpang Lima menjadi langkah awal sebelum revitalisasi menyeluruh koridor Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Asia Afrika yang akan dilaksanakan bersamaan dengan proyek Bus Rapid Transit (BRT).

“Keinginan kami sebenarnya sejak tahun lalu kawasan ini dibereskan secara menyeluruh. Namun karena ruas Ahmad Yani sampai Asia Afrika merupakan koridor BRT maka penataannya harus berjalan bersamaan dengan proyek tersebut,” kata Farhan saat meninjau penataan Simpang Lima, Jumat 10 Juli 2026.

Menurutnya, proyek BRT masih berada pada tahap pembangunan halte dan sosialisasi. Revitalisasi jalan serta penataan kawasan secara menyeluruh akan dilakukan setelah tahapan tersebut selesai.

Farhan meminta masyarakat bersabar karena penataan koridor Jalan Ahmad Yani, Asia Afrika, Sudirman, hingga Otto Iskandardinata (Otista) akan dikerjakan secara terpadu agar hasilnya lebih optimal.

Bangunan Cagar Budaya Dirapikan, Ruang Publik Dipercantik

Dalam penataan tahap awal, Pemkot Bandung memprioritaskan kawasan cagar budaya di sekitar Simpang Lima.

Beberapa bangunan bersejarah, seperti Gedung Pensil dan Gedung Vigano, mulai dirapikan bagian depannya agar tampil lebih representatif sebagai ikon kawasan heritage Kota Bandung.

Selain mempercantik bangunan, pemerintah juga membersihkan kawasan dari tumpukan sampah serta menertibkan area yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal oleh gelandangan dan pengemis (gepeng).

“Sekarang bagian depannya rapi dulu. Simpang Lima ini dikelilingi banyak bangunan cagar budaya jadi harus kita jaga dan percantik,” ujar Farhan.

Pemkot Bandung juga akan menambah fasilitas ruang publik berupa bangku di beberapa titik trotoar serta memasang lampu dekoratif untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Di sisi lain, sebuah tiang reklame yang menempel pada bangunan cagar budaya akan dibongkar secara hati-hati agar tidak merusak struktur bangunan bersejarah.

Festival Asia Afrika Disiapkan dengan Rekayasa Lalu Lintas dan Penertiban Parkir Liar

Menjelang pelaksanaan Festival Asia Afrika 2026, Pemkot Bandung juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan strategis.

Pengaturan arus kendaraan akan mencakup kawasan Jalan Naripan, Jalan Sunda, Jalan Asia Afrika, Jalan Sukarno, hingga Jalan Braga.

Sementara itu, kantong parkir akan dipusatkan di kawasan Cikapundung dan Naripan untuk memudahkan mobilitas pengunjung.

Rangkaian Festival Asia Afrika akan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pawai budaya yang berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIB, kemudian dilanjutkan berbagai kegiatan festival di kawasan Braga dan Jalan Sukarno.

Farhan menegaskan, Pemkot Bandung tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik parkir liar maupun aksi premanisme yang dapat mengganggu kenyamanan pengunjung.

“Kalau ada parkir liar langsung kita tindak. Kalau ada yang melakukan pungutan liar atau mengetok parkir kendaraan juga langsung kita tindak,” tegasnya.

Pemkot Bandung berharap penataan kawasan Simpang Lima dan pengamanan selama Festival Asia Afrika dapat menghadirkan pengalaman yang lebih nyaman bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra Kota Bandung sebagai kota wisata sejarah dan budaya. (*Red)