Jabar  

Ineu Sesalkan Debat Publik Putaran 2 Pilgub Jabar Ricuh

Bandung, Sebelas12 – Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari yang juga anggota tim pemenangan Hasanah (TB Hasanuddin – Anton Charliyan (Amanah) mengatakan penyesalan insiden kericuhan yang terjadi jelang penutupan debat publik putaran kedua Pilgub Jawa Barat, di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/5/2018) malam.

“Insiden yang berujung ricuh ini terjadi karena calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu, menyampaikan kata-kata bernada provokatif serta membentangkan baju berwarna putih bertuliskan “2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden,” terang Ineu kepada wartawan di Bandung, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya kejadian tersebut sangat memprihatinkan dan tentunya mencederai demokrasi. Apalagi ini disiarkan stasiun televisi secara langsung dan pastinya ditonton banyak orang.

Ditambahkan Ineu, awalnya debat kedua ini berjalan cukup baik, pasangan calon Hasanah, Kang Hasan dan Kang Anton juga menyampaikan program-program dengan sangat baik. Program yang disampaikan kedua paslon sesuai dengan tema yang disepakati. Dinilai audiens cukup membumi, realistis dan masuk akal.

“Namun tiba-tiba ada kejadian tersebut, kan sangat tidak etis. Tim kami sendiri sudah berupaya untuk menjaga kondusifitas, tapi orang lain malah memprovokasi. Apalagi kita saat ini sedang berduka,” sesal Ineu.

Di dalam ruangan, lanjut Ineu, dirinya tidak melihat ada pendukung paslon lain yang menggunakan kaos bertuliskan “2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden”. Namun dimenit-menit akhir, malah ada yang membagikan kaos tersebut hingga menimbulkan kericuhan.

Untuk itu Ineu berharap KPU dan Bawaslu segera mengambil sikap terkait kasus ini. “Saya juga sangat mengapresiasi Kang Hasan yang langsung mengambil alih suasana menyerukan kepada para kader dan seluruh pendukung untuk tetap tenang dan tidak terpancing. Ini suatu bukti bahwa seorang pemimpin itu harus tegas dan berwibawa, bukannya memprovokasi,” pungkasnya. (*Red)