Kab. Bandung, sebelas12.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran Program Jejak Baru, layanan hapus tato gratis yang dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik, termasuk memperbesar peluang memasuki dunia kerja. Program tersebut digelar di Kabupaten Bandung pada Kamis (2/7/2026) hasil kolaborasi dengan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur.
Berbeda dari layanan sosial pada umumnya, Program Jejak Baru tidak hanya berorientasi pada penghapusan tato sebagai tindakan medis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan berbasis zakat, infak, dan sedekah (ZIS). BAZNAS Jabar memandang masih banyak masyarakat yang menghadapi hambatan memperoleh pekerjaan akibat stigma terhadap tato yang melekat di tubuh mereka.
Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, mengatakan program tersebut lahir untuk memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat yang memiliki keinginan kuat memperbaiki kehidupan.
“Program Jejak Baru merupakan jembatan bagi saudara-saudara kita yang ingin membuka lembaran kehidupan baru. Kami ingin menghadirkan layanan yang bukan hanya menghapus tato secara fisik, tetapi juga mengembalikan harapan, membangun kepercayaan diri, dan membuka akses terhadap peluang kerja yang selama ini mungkin tertutup,” ujar Zaki Hilmi.
Stigma Tato Masih Menjadi Hambatan Mendapatkan Pekerjaan
Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak hari pertama pelaksanaan, sejumlah peserta mengikuti layanan dengan harapan dapat mengubah masa depan mereka.
Salah satunya Devi, warga Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung. Ia mengaku selama bertahun-tahun tato yang dimilikinya menjadi penghalang ketika melamar pekerjaan. Kesempatan mengikuti Program Jejak Baru menjadi momentum baginya untuk kembali percaya diri.
“Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat dan semua pihak yang telah menyelenggarakan program ini. Selama ini saya sering merasa minder ketika melamar pekerjaan karena tato yang saya miliki. Alhamdulillah, sekarang saya punya semangat baru untuk mencoba kembali mencari pekerjaan dengan lebih percaya diri,” ungkap Devi.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa tantangan memperoleh pekerjaan tidak selalu berkaitan dengan kemampuan, tetapi juga dipengaruhi stigma sosial yang masih berkembang di tengah masyarakat.
Ditangani Tenaga Medis Profesional dengan Teknologi Laser
Untuk menjamin keamanan peserta, seluruh proses penghapusan tato dilakukan menggunakan teknologi laser medis yang ditangani tenaga kesehatan profesional.
Sebelum tindakan dilakukan, peserta menjalani konsultasi, pemeriksaan kondisi kulit, hingga mendapatkan pendampingan setelah tindakan selesai. Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai standar pelayanan medis dan keselamatan pasien sehingga proses berjalan aman dan nyaman.
Model Pendayagunaan Zakat yang Menyentuh Aspek Sosial dan Ekonomi
BAZNAS Jabar menilai zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi modal sosial untuk mendorong transformasi kehidupan masyarakat.
Melalui kolaborasi bersama Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur, Program Jejak Baru diharapkan menjadi model pendayagunaan zakat yang mampu menghadirkan dampak nyata, mulai dari meningkatkan kepercayaan diri, membuka akses terhadap pekerjaan, hingga memperkuat kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Ke depan, BAZNAS Jawa Barat berkomitmen terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat dana zakat sehingga tidak hanya menyelesaikan persoalan sosial, tetapi juga mendorong lahirnya masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. (*Red)











