Bandung, sebelas12.com – Koperasi Konsumen Berkah Bersama Masjid Daarur Rihlah resmi diluncurkan di Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Senin (9/2/2026). Peresmian ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekonomi umat berbasis masjid melalui kolaborasi antara BAZNAS dan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA).
Ketua Koperasi Konsumen Berkah Bersama, Ust. Agus Ruhiyat, yang mewakili Ketua DKM Masjid Daarur Rihlah, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan dalam pendirian koperasi tersebut. Ia berharap bantuan yang diberikan menjadi modal usaha sekaligus modal kebaikan yang terus mengalir.
“Bantuan ini kami harapkan menjadi modal usaha sekaligus modal kebaikan yang terus mengalir, memberi manfaat dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat,” ujar Ust. Agus.
Masjid sebagai Pusat Aktivitas Sosial dan Ekonomi
Presiden ANGKASA Malaysia, Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah, menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas umat, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga sosial dan ekonomi. Ia menjelaskan bahwa pada masa Rasulullah SAW, masjid menjadi pusat kehidupan masyarakat.
“Melalui koperasi masjid, kami ingin masjid menjadi pusat kegiatan yang menyatukan dan meningkatkan ekonomi umat,” jelas Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengembangan koperasi masjid telah dilakukan di berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Kamboja, dan Vietnam. Ke depan, konsep ini diharapkan dapat berkembang ke lebih banyak negara.
Dalam kesempatan tersebut, ANGKASA menyalurkan bantuan modal sebesar USD 3.000 atau sekitar Rp 50 juta sebagai modal penggerak ekonomi Koperasi Konsumen Berkah Bersama. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha koperasi dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
BAZNAS Dukung Koperasi Berbasis Masjid
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., MA, menyampaikan bahwa koperasi merupakan lembaga ekonomi yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, terutama prinsip tolong-menolong. Ia menilai koperasi berbasis masjid dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah menengah ke bawah.
“Dengan konsep koperasi ini, masyarakat yang hari ini menerima bantuan diharapkan suatu saat dapat tumbuh menjadi pihak yang memberi,” ujar KH. Yusuf.
Apresiasi juga disampaikan oleh Pemerintah Desa Alamendah yang diwakili oleh KH. Ajat Kurnia selaku Ketua MUI setempat. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan ANGKASA dan BAZNAS yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pengurus, jemaah, dan masyarakat Desa Alamendah.
Perwakilan BAZNAS RI, Muhammad Sholeh, menekankan pentingnya peran pengelola dan anggota dalam keberlangsungan koperasi. Menurutnya, anggota tidak hanya sebagai pengguna layanan, tetapi juga pemilik koperasi yang menentukan maju dan mundurnya lembaga tersebut.
Peresmian koperasi ini turut dihadiri oleh berbagai unsur, antara lain perwakilan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, BAZNAS Kabupaten Bandung, jajaran pemerintah desa, serta pengurus DKM setempat. Kehadiran BAZNAS Jawa Barat menjadi bagian dari sinergi dan wadah bersama dalam mengembangkan bantuan serta penguatan koperasi berbasis masjid di wilayah Jawa Barat.
Melalui peresmian Koperasi Konsumen Berkah Bersama, diharapkan masjid semakin berperan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*Red)












