Bandung, sebelas12.com – Sampah yang biasanya berakhir di tempat pembuangan justru mendatangkan manfaat bagi warga dalam kegiatan Bazar Bayar Pakai Sampah Great Bandung 2026 di Balai Kota Bandung, Sabtu 12 September 2026 kemarin.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak membawa dan menukarkan sampah rumah tangga dengan voucher. Voucher itu kemudian dapat dimanfaatkan untuk memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan dan kacamata.
Konsep ini menjadi cara kreatif untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga.
Great Bandung Sampah 2026 merupakan komunitas yang beranggotakan masyarakat dari berbagai generasi, latar belakang budaya, dan agama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye kepedulian terhadap persoalan sampah di Kota Bandung.
Ketua Great Bandung, Kiki Wiriyanti Sugata, turut terlibat dalam kegiatan yang memadukan kepedulian lingkungan dengan pemberian manfaat sosial kepada masyarakat.
Sampah Ditukar Voucher, Warga Dapat Layanan Kesehatan
Salah seorang pengunjung, Rusmawati, mengetahui kegiatan tersebut melalui Instagram. Ia kemudian membawa botol-botol minuman bekas dari rumah untuk ditukarkan.
Sampah yang dibawanya menghasilkan kupon yang dapat digunakan untuk pemeriksaan kesehatan sekaligus mendapatkan kacamata.
“Inginnya seperti ini lagi, karena senang kita dibantu. Gratis, dapat kacamata juga, dapat diperiksa juga,” ujar Rusmawati.
Pengalaman serupa dirasakan Yudi. Ia membawa botol kaleng dan botol minuman bekas dengan berat kurang dari satu kilogram.
Kupon hasil penukaran sampah tersebut kemudian digunakan untuk pemeriksaan mata dan mendapatkan kacamata.
Menurut Yudi, kegiatan seperti ini layak dilakukan secara berkelanjutan dengan sosialisasi yang lebih luas. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat mengetahui program dan terdorong untuk memilah serta mengumpulkan sampah dari rumah.
Ia juga berharap keterlibatan pelaku UMKM dapat diperluas dalam kegiatan serupa.
“Penanganannya nggak cukup dari pemerintah aja. Dari kita juga harusnya,” kata Yudi.
Warga Diajak Mulai Peduli dari Rumah
Hal serupa dilakukan Rahmat Rohiyat yang mengetahui kegiatan tersebut dari anaknya. Ia kemudian membawa botol air mineral bekas dari rumah untuk ditukarkan.
Dari sampah tersebut, Rahmat memperoleh kupon yang kemudian digunakan untuk mendapatkan kacamata.
Ia berharap kegiatan Bazar Bayar Pakai Sampah dapat kembali digelar dengan konsep yang semakin meriah dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Antusiasme warga menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dikemas melalui pendekatan yang memberikan manfaat nyata. Masyarakat tidak hanya diajak menjaga lingkungan dengan memilah sampah, tetapi juga memperoleh akses terhadap layanan yang dibutuhkan.
Libatkan 30 UMKM dari Berbagai Kecamatan
Selain kegiatan penukaran sampah, Bazar Bayar Pakai Sampah Great Bandung 2026 juga menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.
Sekitar 30 UMKM dari berbagai kecamatan di Kota Bandung ikut meramaikan kegiatan tersebut. Produk yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari makanan, minuman, kerajinan hingga pakaian.
Harga produk yang dijual pun relatif terjangkau, mulai dari Rp10.000.
Kehadiran UMKM membuat kegiatan tidak hanya berfokus pada isu lingkungan dan layanan sosial, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.
Konsep tersebut memperlihatkan bagaimana persoalan sampah dapat dihubungkan dengan berbagai kepentingan masyarakat. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan memilah sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi.
Melalui Bazar Bayar Pakai Sampah, Great Bandung mendorong masyarakat untuk melihat sampah secara berbeda. Kebiasaan sederhana seperti membawa dan memilah sampah dari rumah dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mengurangi persoalan sampah di Kota Bandung.
Pada saat yang sama, kegiatan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi antara komunitas, masyarakat, UMKM, dan berbagai pihak dapat menciptakan kegiatan lingkungan yang tidak hanya berdampak pada kebersihan kota, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi warga. (*Red)











