BAZNAS Jabar Salurkan Bantuan Rp300 Juta untuk Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi

Bekasi, sebelas12.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan kadedeuh senilai Rp300 juta bagi korban kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kota Bekasi.

Bantuan yang bersumber dari Zakat ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut diberikan kepada seluruh kelompok korban, baik keluarga yang kehilangan anggota keluarga maupun warga yang mengalami luka berat dan luka ringan akibat musibah yang terjadi pada April 2026 lalu.

Zakat ASN Jabar Hadir untuk Korban Musibah

Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian BAZNAS Jawa Barat terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak sosial dan ekonomi akibat bencana. Bantuan kadedeuh diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban, terutama dalam memenuhi kebutuhan setelah peristiwa kebakaran.

Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Bantuan kadedeuh ini merupakan ikhtiar BAZNAS Jawa Barat untuk meringankan beban keluarga korban, baik yang kehilangan anggota keluarganya maupun mereka yang masih menjalani proses pemulihan akibat luka,” ujar Zaki.

Menurutnya, dana zakat yang dihimpun dari masyarakat harus dapat dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan, termasuk ketika terjadi kondisi darurat dan musibah.

Tak Hanya Keluarga Korban Meninggal

Zaki menegaskan, bantuan tidak hanya diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia. BAZNAS Jabar juga memberikan perhatian kepada korban yang mengalami luka berat maupun luka ringan.

Langkah tersebut dilakukan agar dukungan yang diberikan dapat menjangkau masyarakat terdampak secara lebih menyeluruh.

“Musibah ini memberikan dampak yang tidak sederhana bagi keluarga korban. Karena itu, BAZNAS berupaya memberikan dukungan secara proporsional sesuai dengan kondisi dan kebutuhan korban, sebagai wujud kepedulian sekaligus solidaritas sosial dari para muzaki dan masyarakat Jawa Barat,” katanya.

Kebakaran Disertai Ledakan, 22 Orang Jadi Korban

Kebakaran SPBE Cimuning terjadi pada Rabu malam, 1 April 2026, di kawasan Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Peristiwa tersebut disertai ledakan dan diduga berkaitan dengan kebocoran gas. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Besarnya kobaran api juga menyebabkan dampak meluas hingga permukiman warga di sekitar SPBE. Sejumlah rumah dan bangunan mengalami kerusakan, sedangkan warga yang menjadi korban harus mendapatkan penanganan medis.

Dalam perkembangan selanjutnya, jumlah korban tercatat mencapai 22 orang, yang terdiri atas korban meninggal dunia dan korban luka.

Bantuan Tak Gantikan Kehilangan, tetapi Jadi Penguat

Salah seorang penerima bantuan, Bu Isni, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan BAZNAS Jawa Barat.

Ia menjadi salah satu keluarga yang mengalami kehilangan besar akibat musibah tersebut. Suami dan dua anaknya meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran SPBE Cimuning.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat yang sudah datang dan memberikan bantuan kepada keluarga kami. Musibah ini sangat berat bagi saya, karena suami dan dua anak saya telah meninggal dunia akibat kejadian tersebut,” tuturnya.

Menurut Isni, bantuan yang diterimanya memang tidak dapat menggantikan kehilangan yang dialami keluarganya. Namun, dukungan tersebut sangat berarti untuk membantunya melewati masa sulit setelah musibah.

“Bantuan ini tentu tidak akan menggantikan kehilangan yang kami alami, tetapi sangat berarti untuk membantu saya melewati masa sulit ini. Semoga kebaikan dan kepedulian BAZNAS serta para muzaki dibalas oleh Allah SWT dengan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda,” katanya.

Melalui penyaluran bantuan Rp300 juta tersebut, BAZNAS Jawa Barat berharap keluarga korban dapat memperoleh dukungan untuk melewati masa pemulihan pascamusibah. BAZNAS juga mendoakan korban yang masih menjalani pemulihan agar segera diberikan kesehatan dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh ketabahan.

Penyaluran bantuan ini sekaligus menegaskan peran zakat sebagai instrumen kepedulian sosial. Selain menjalankan program pemberdayaan, BAZNAS Jawa Barat terus berupaya menghadirkan manfaat zakat secara responsif ketika masyarakat menghadapi musibah maupun kondisi darurat. (*Red)