Jabar  

BAZNAS Jabar Buka Jalan Baru Pencari Kerja Lewat Program Hapus Tato Gratis

BAZNAS Jabar Buka Jalan Baru Pencari Kerja Lewat Program Hapus Tato Gratis

Kab. Bandung, sebelas12.com – Memiliki tato terkadang menjadi hambatan bagi sebagian orang ketika memasuki dunia kerja. Kondisi inilah yang coba dijawab Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat melalui program hapus tato gratis.

Bekerja sama dengan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur, BAZNAS Jabar menghadirkan layanan tersebut di lingkungan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur, Kabupaten Bandung, Rabu 9 September 2026.

Program ini mendapat sambutan positif dari puluhan masyarakat usia produktif. Mereka mengikuti layanan secara sukarela dengan harapan dapat mengurangi salah satu hambatan dalam mendapatkan pekerjaan.

Hapus Tato untuk Membuka Peluang Kerja

Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Jabar kepada masyarakat yang ingin kembali produktif dan memperoleh kesempatan ekonomi yang lebih luas.

Menurut Zaki, persoalan tato dalam program ini tidak semata-mata berkaitan dengan penampilan. Pada kondisi tertentu, keberadaan tato dapat menjadi kendala ketika seseorang melamar pekerjaan karena sejumlah perusahaan atau instansi menerapkan persyaratan tertentu mengenai penampilan calon pekerja.

“Program ini merupakan upaya membantu masyarakat Jawa Barat yang terkendala masuk dunia kerja karena memiliki tato. Kami ingin dana umat yang dikelola BAZNAS dapat menghadirkan solusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Zaki.

Ia menambahkan, para peserta pada dasarnya memiliki kemampuan dan potensi untuk bekerja. Namun, mereka menghadapi hambatan tertentu akibat kebijakan atau persyaratan penampilan di tempat kerja.

Karena itu, dana zakat yang dihimpun dari masyarakat Jawa Barat disalurkan melalui program yang diharapkan mampu membantu penerima manfaat meningkatkan kualitas hidup sekaligus membuka kembali peluang ekonomi.

“Dana yang digunakan dalam program ini berasal dari zakat masyarakat Jawa Barat. Amanah tersebut kami salurkan dalam bentuk layanan yang diharapkan dapat membantu penerima manfaat memperbaiki kualitas hidup sekaligus meningkatkan kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan,” katanya.

Memasuki Tahap Ketiga

Program hapus tato gratis BAZNAS Jabar tersebut bukan kegiatan sekali jalan. Pelaksanaan September 2026 merupakan tahap ketiga setelah sebelumnya digelar pada Juli dan Agustus.

Zaki menjelaskan, proses penghapusan tato membutuhkan beberapa kali tindakan dan tidak dapat diselesaikan dalam satu kali layanan. Kondisi setiap peserta juga berbeda, bergantung pada ketebalan tato, ukuran, hingga jenis tinta yang digunakan.

“Penghapusan tato tidak bisa selesai hanya dengan satu kali tindakan. Kondisinya berbeda-beda, tergantung jenis dan karakteristik tato. Bahkan ada peserta yang saat ini sudah menjalani penanganan untuk ketiga atau keempat kalinya,” jelas Zaki.

Karena itu, peserta diminta mengikuti seluruh tahapan sesuai prosedur serta arahan tenaga profesional agar proses penghapusan tato dapat berlangsung dengan tepat dan aman.

BAZNAS Jabar Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Kolaborasi BAZNAS Jabar dan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur tidak hanya menghadirkan layanan hapus tato. Masyarakat di sekitar lokasi juga mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis.

Layanan tersebut memperluas manfaat kegiatan sosial yang digelar. Masyarakat tidak hanya memperoleh dukungan untuk mengatasi salah satu kendala dalam mencari pekerjaan, tetapi juga dapat memeriksakan kondisi kesehatan tanpa dipungut biaya.

Program ini sekaligus memperlihatkan pendekatan BAZNAS Jabar dalam mengelola dana zakat. Bantuan tidak hanya diarahkan pada kebutuhan yang bersifat konsumtif atau karitatif, tetapi juga pada program pemberdayaan yang mendorong masyarakat kembali produktif dan mandiri.

BAZNAS Jabar mengajak masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai program hapus tato untuk memanfaatkan kanal komunikasi resmi lembaga tersebut.

“Masyarakat Jawa Barat yang ingin menghapus tato karena menghadapi kendala dalam mencari pekerjaan dapat mengakses informasi melalui media sosial dan website resmi BAZNAS Jawa Barat,” pungkas Zaki.

Dengan pendekatan tersebut, program hapus tato gratis diharapkan bukan sekadar memberikan layanan kesehatan atau perubahan penampilan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar membuka kembali kesempatan kerja dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. (*Red)