Jabar  

Kapolda Jabar: Jangan Biarkan Generasi Muda Rusak Akibat Narkoba dan Miras, Semua Pihak Harus Bergerak

Kapolda Jabar Jangan Biarkan Generasi Muda Rusak Akibat Narkoba dan Miras, Semua Pihak Harus Bergerak

Bandung, sebelas12.com – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak tinggal diam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba, obat keras tertentu (OKT), dan minuman beralkohol yang semakin mengincar generasi muda di Jawa Barat.

Peringatan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi lintas sektoral penanggulangan narkotika, obat keras tertentu, dan minuman keras yang digelar Polda Jawa Barat, Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Irjen Pipit, persoalan narkoba dan zat adiktif lainnya tidak mungkin diselesaikan hanya oleh aparat kepolisian. Dibutuhkan komitmen bersama dari seluruh instansi pemerintah, lembaga terkait, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan pemberantasan berjalan lebih efektif.

“Narkoba yang ada di Jawa Barat ini, kemudian obat-obat yang berkemas keras berwarna, kemudian minuman beralkohol yang bervariasi. Jadi tentunya kami mengharapkan melalui rakor ini kita memiliki tanggung jawab yang sama,” ujar Irjen Pipit.

Generasi Muda Jangan Sampai Menjadi Korban

Kapolda menilai penyalahgunaan narkoba, obat keras terlarang, dan minuman keras merupakan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, seluruh pihak diminta menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk mencegah peredaran berbagai zat berbahaya tersebut.

Ia mengingatkan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 akan sulit diwujudkan apabila generasi penerus bangsa justru menjadi korban penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.

“Nah tadi saya sampaikan bahwa bagaimana pemerintah mencanangkan Indonesia 2045 tapi kita punya kewenangan, tapi kita jangan sampai kita membiarkan. Bahwa pencapaian Indonesia 2045 jangan sampai yang memegang estafet kepemimpinan adalah generasi-generasi muda yang korban miras, korban obat-obatan keras terlarang, korban daripada narkoba,” tegasnya.

Menurutnya, penyelamatan generasi muda harus menjadi agenda bersama, bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum.

Perkuat Pencegahan dan Pengawasan

Irjen Pipit mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk memperkuat koordinasi dalam melakukan edukasi, pencegahan, pengawasan, dan penindakan terhadap peredaran narkoba, obat keras tertentu, maupun minuman keras ilegal.

Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk menekan angka penyalahgunaan zat adiktif sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.

“Kita punya tanggung jawab bersama untuk menanggulangi ini semua agar Jawa Barat, Indonesia, semua anak generasi muda ini lebih banyak yang terhindar dari barang-barang seperti itu,” pungkas Kapolda.

Melalui penguatan sinergi tersebut, Polda Jawa Barat berharap semakin banyak generasi muda yang tumbuh sehat, produktif, dan memiliki daya saing sehingga mampu menjadi penerus kepemimpinan bangsa dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (*Red)