Bandung, sebelas12.com – Gerakan Pramuka dinilai mampu menjadi sarana efektif membentuk karakter, disiplin, dan optimisme bagi warga binaan yang tengah menjalani pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Melalui pendidikan kepramukaan, para peserta diharapkan memiliki bekal untuk memulai lembaran hidup baru saat kembali ke tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menjadi inspektur upacara pada Pembukaan Latihan Gabungan Pramuka Gugus Depan Lapas, Rutan, dan LPKA se-Bandung Raya Tahun 2026 di Lapas Kelas IIA Banceuy, Sabtu 27 Juni 2026.
Farhan menegaskan, proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya bertujuan menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalankan peran sebagai anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab.
“Setiap orang berhak secara adil mendapatkan kesempatan untuk berada kembali di tengah masyarakat sesuai dengan kemampuan, keinginan, serta nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Untuk itulah Gerakan Pramuka hadir membangun kepribadian, karakter, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, dan cinta tanah air,” ujar Farhan.
Pramuka Menjadi Ruang Pembentukan Karakter
Farhan mengapresiasi pelaksanaan latihan gabungan yang melibatkan Gugus Depan berbasis Lapas, Rumah Tahanan (Rutan), dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) se-Bandung Raya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda kepramukaan, tetapi menjadi media pembelajaran yang membentuk nilai-nilai kehidupan, memperkuat rasa tanggung jawab, serta menumbuhkan semangat kebersamaan bagi warga binaan.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan pengalaman hidup sebagai pelajaran berharga untuk menyusun masa depan yang lebih baik.
“Pengalaman hidup itu jangan dijadikan sebagai trauma, tetapi jadikanlah sebagai pelajaran agar menjadi bekal menghadapi kehidupan masa depan yang masih panjang,” katanya.
Karakter Kuat Dibutuhkan di Era Digital
Selain kecerdasan intelektual, Farhan menilai karakter yang kuat menjadi modal penting menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.
Menurutnya, setiap individu harus mampu menyaring, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara bijaksana agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang berdampak negatif.
“Perlu dibangun karakter yang sangat kuat di dalam diri kita sendiri untuk bisa melakukan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan informasi yang masuk,” tuturnya.
Karena itu, ia berharap kolaborasi antara Gerakan Pramuka dengan lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan, dan LPKA terus diperkuat sebagai bagian dari pembinaan karakter yang berkelanjutan.
Diikuti 110 Warga Binaan dengan Tema “Bersaudara, Berprestasi, dan Berkarya”
Latihan Gabungan Pramuka Gugus Depan Lapas, Rutan, dan LPKA se-Bandung Raya Tahun 2026 diikuti sekitar 110 warga binaan.
Kegiatan mengusung tema “Bersaudara, Berprestasi, dan Berkarya” dengan rangkaian agenda berupa diskusi, perlombaan kepramukaan, pembinaan karakter, malam keakraban, hingga penyerahan bibit tanaman dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung secara simbolis kepada Lapas Kelas IIA Banceuy.
Di akhir sambutannya, Farhan mengajak seluruh peserta untuk tetap memelihara harapan dan cita-cita sebagai bekal menyongsong masa depan.
“Jangan pernah ragu untuk tetap menghidupkan cita-cita. Jangan pernah pesimis untuk tetap menggantungkan harapan yang tinggi. Masa depan tidak hanya dimiliki orang lain, masa depan ada di tangan kita sendiri,” ucapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Bandung berharap Gerakan Pramuka dapat terus menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Dengan karakter yang kuat, disiplin, dan keterampilan sosial yang baik, mereka diharapkan mampu kembali ke masyarakat, berkarya secara produktif, serta berkontribusi positif bagi lingkungan dan pembangunan daerah. (*Red)











