Jabar  

Ubah Kurban Jadi Mesin Ekonomi Desa, BAZNAS Libatkan Peternak Binaan dalam Program Kurban Berkah

Kuningan, sebelas12.com – Di tengah tradisi kurban yang identik dengan pembagian daging kepada masyarakat, BAZNAS RI menghadirkan pendekatan berbeda. Melalui Program Kurban Berkah, lembaga tersebut tidak hanya fokus pada distribusi hewan kurban, tetapi juga menjadikan momentum Iduladha sebagai penggerak ekonomi desa dan pemberdayaan peternak lokal.

Program yang dilaksanakan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, itu menghadirkan model pengelolaan kurban berbasis pemberdayaan, di mana hewan kurban yang disalurkan berasal dari peternak binaan BAZNAS.

Langkah tersebut membuat manfaat kurban tidak berhenti pada penerima daging, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat yang terlibat dalam rantai produksi peternakan.

Kurban Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi Umat

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa kurban harus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Menurutnya, BAZNAS terus mendorong agar hewan kurban berasal dari peternak binaan sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Kurban tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga harus mampu menggerakkan ekonomi rakyat, memperkuat peternak lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dari Mustahik Menjadi Pelaku Usaha

Program Kurban Berkah menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan yang dibangun BAZNAS dengan menghubungkan para pekurban dan peternak binaan di berbagai daerah.

Melalui pendampingan usaha, pembinaan, serta dukungan permodalan berbasis zakat, para peternak memperoleh kesempatan mengembangkan usaha ternak secara lebih produktif.

Model tersebut sekaligus menunjukkan transformasi fungsi zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu mendorong lahirnya pelaku usaha baru dari kalangan mustahik.

Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, menyebut program ini menjadi bukti bahwa zakat dapat menciptakan rantai manfaat yang berkelanjutan.

“Manfaat kurban tidak hanya dirasakan penerima daging, tetapi juga peternak yang mendapatkan kesempatan meningkatkan kesejahteraan ekonominya,” katanya.

Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Selain meningkatkan kesejahteraan peternak desa, Program Kurban Berkah juga dinilai berkontribusi terhadap penguatan sektor peternakan nasional.

Dengan memperkuat produksi ternak masyarakat dan menciptakan pasar yang jelas melalui program kurban, BAZNAS ikut mendorong ketahanan pangan berbasis komunitas.

Ke depan, BAZNAS berharap model pengelolaan kurban berbasis pemberdayaan tersebut dapat terus diperluas sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat desa di berbagai daerah Indonesia.

Melalui sinergi zakat, infak, sedekah, dan kurban, BAZNAS berupaya menjadikan ibadah kurban tidak hanya menghadirkan keberkahan spiritual, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan ekonomi umat yang berkelanjutan. (*Red)