Wakil Rektor USB YPKP Jadi Sorotan di Peringatan Hari Kartini dan Halal Bihalal Korps Wanita Angkatan Darat

Wakil Rektor USB YPKP Jadi Sorotan di Peringatan Hari Kartini dan Halal Bihalal Korps Wanita Angkatan Darat
Wakil Rektor III USB YPKP, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P

Bandung, sebelas12.com – Momentum Halal Bihalal 1447 H yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini dimanfaatkan Korps Wanita Angkatan Darat untuk memperkuat pesan strategis tentang peran perempuan di tengah tantangan era digital. Kegiatan ini menghadirkan Wakil Rektor III Universitas Sangga Buana YPKP, Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P. sebagai pemateri utama, Selasa 21 April 2026.

Para tamu undangan disambut hangat oleh Danpusdikkowad Kodiklatad, Kolonel Cku (K) Fitri Anggraeny, S.E., M.M,, yang turut memastikan jalannya kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

Peran Perempuan Diperkuat di Tengah Tantangan Global

Direktur Umum Kodiklatad, Brigjen TNI Saiful Rizal, S.Sos., dalam arahannya menegaskan bahwa prajurit wanita harus mampu menjaga integritas di tengah gempuran tantangan global. Ia mengingatkan adanya ancaman non-fisik seperti digital hedonisme, disrupsi moral, hingga fenomena post-truth yang berpotensi merusak kehormatan prajurit.

“Jangan tukar kehormatan dengan kesenangan semu sesaat,” tegasnya, sembari menekankan pentingnya menjadikan integritas sebagai identitas utama serta meningkatkan kapasitas diri untuk menghadapi penugasan global.

Kesetaraan Gender Jadi Kunci Transformasi

Dalam paparannya, Nurhaeni Sikki menyoroti bahwa kesetaraan gender bukan sekadar wacana, melainkan kemitraan nyata antara perempuan dan laki-laki dalam mengaktualisasikan potensi diri. Ia menegaskan bahwa perempuan modern dituntut memiliki kekuatan mental, kecerdasan emosional, serta kapasitas intelektual yang seimbang.

Ia juga mengangkat refleksi sejarah Korps Wanita Angkatan Darat yang berdiri sejak 1960 sebagai bukti bahwa perempuan mampu beradaptasi dalam peran ganda, baik sebagai prajurit maupun dalam kehidupan keluarga. Meski demikian, ia mengakui tantangan dalam pengembangan karier dan manajemen SDM masih menjadi pekerjaan rumah.

Wakil Rektor USB YPKP Jadi Sorotan di Peringatan Hari Kartini dan Halal Bihalal Korps Wanita Angkatan Darat2

Dari Kartini ke Ekonomi Perempuan Modern

Lebih jauh, Nurhaeni menekankan bahwa semangat Kartini harus diterjemahkan dalam aksi nyata, terutama dalam penguatan ekonomi perempuan. Ia mencontohkan bagaimana perempuan mampu menggerakkan transformasi bisnis lokal, seperti pengolahan mangga gedong gincu menjadi produk bernilai ekonomi tinggi melalui inovasi dan kreativitas.

Menurutnya, kekuatan perempuan di era digital tidak hanya terletak pada kemampuan teknis, tetapi juga pada ketahanan mental dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Sinergi Militer dan Akademik untuk Pemberdayaan

Kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa pengabdian perempuan tidak berhenti pada satu bidang. Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja keras yang terbentuk di lingkungan militer dapat terus dibawa ke sektor lain, termasuk dunia akademik dan masyarakat luas.

Melalui momentum ini, Kodiklatad menegaskan perannya sebagai pusat pembentukan karakter prajurit wanita yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara moral dan intelektual.

Sinergi antara dunia militer dan akademik yang ditunjukkan dalam kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan, agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan. (*Red)