Home Politik TGB Imbau Para Ulama dan Tokoh Agama Berikan Narasi Dinginkan Suhu Politik Jelang Pencoblosan

TGB Imbau Para Ulama dan Tokoh Agama Berikan Narasi Dinginkan Suhu Politik Jelang Pencoblosan

by Admin

Bandung, Sebelas12 – Suhu politik di Pilpres 2019 terasa sangat panas. Baik dari pendukung Capres/Cawapres 01 maupun 02 saling beragumen bahwa pihaknya paling bagus program maupun kinerjanya. Hal tersebut tidak sedikit menimbulkan gesekan-gesekan yang menimbulkan perdebatan.

Melihat hal tersebut, TGB Muhammad Zainul Majdi mengajak dan menghimbau kepada para ulama, ustadz dan kiyai serta para tokoh agama, hendaknya memberikan narasi-narasi yang mendinginkan suhu politik menjelang pencoblosan 17 April 2019 mendatang.

Menurut TGB, Pilpres 2019 merupakan pesta demokrasi dan kontestasi politik, untuk itu berbeda pilihan sah-sah saja. Namun hendaknya dalam memberikan narasi yang tetap menjaga nilai-nilai persaudaraan, persatuan dan persatuan dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Kontestasi politik jangan saling menghancurkan dan ajang saling fitnah karena kita adalah bersaudara dan satu rumah besar bernama Indonesia,” ujar TGB dalam acara jumpa pers One Day Training With TGB Zainul Majdi “Mewujudkan Islam Wasathiyah Memperkokoh Ukhuwah Wathoniyah”, di Bale Asri Pusdai Jabar, Kamis (11/4/2019).

Ia menambahkan, dalam beberapa hari menjelang pencoblosan, hendaknya materi-materi narasi yang perlu diperbanyak dan dihadirkan di tengah masyarakat, tentang betapa pentingnya mengutamakan persaudaraan di atas perbedaan pilihan calon presiden, calon partai atau calon legislatif.

“Langkah pendinginan harus dilakukan karena ekspos terhadap Capres dan Cawapres juga sudah cukup masih dilakukan, dengan segala aspek, dan seluruh dimensinya,” katanya.

TGB juga menhimbau kepada seluruh lapisan masyarakat hendaknya tidak mudah terpengaruh atas sebaran informasi yang sengaja disebar melalui media sosial. Kita harus cermat, teliti dan jangan begitu saja langsung di share ke orang lain.

“Lakukan tabayun atau check and recheck terlebih dahulu, karena selama tahun politik ini, cukup banyak berita bohong/hoax yang sengaja diproduksi dan sebar melalui media sosial oleh pihak tertentu. Untuk itu, kita harus berani melawan hoax,” tegasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Ketua DKM Pusdai Jabar, K.H. Choirul Anam mengatakan diadakannya kegiatan ini dimaksudkan agar umat semakin memahami bahwa Islam itu rahmatan lil alamin, Islam yang moderat, Islam yang sangat toleran.

“Menjelang pemilihan presiden ini, seolah-olah, mau tidak mau, umat ini sudah terkotak-kotak, seharusnya konstelasi politik ini tidak akan merusak ukhuwah Islamiyah, tidak akan merusak ukhuwan wathoniah,” katanya.

Choirul Anam juga menghimbau dan mengajak warga Jabar pada khususnya, agar Rabu 17 April 2019 mendatang, untuk menggunakan hak suaranya dan mendatangi ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan hak pilihnya, agar partisipasi pemilih semakin meningkat.

“Ayo kita datang ke TPS-TPS, tidak perlu takut karena aparat keamanan menjamin rasa aman, damai dan tenang kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan hak suaranya dalam melaksanakan pencoblosan 17 April 2019 mendatang,” pungkas Choirul Anam. (*Red)

Related Posts

Leave a Comment