Serikat Pekerja Apresiasi Skema Solusi Wali Kota untuk Penyelamatan Bandung Zoo

Serikat Pekerja Apresiasi Skema Solusi Wali Kota untuk Penyelamatan Bandung Zoo

Bandung, sebelas12.com – Serikat Pekerja Mandiri Derenten (SPMD) yang menaungi karyawan Bandung Zoo menyampaikan apresiasi terhadap skema solusi yang ditawarkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam upaya penyelesaian polemik penutupan kebun binatang tersebut.

Apresiasi ini disampaikan setelah perwakilan karyawan bertemu dengan tim yang diutus langsung oleh wali kota untuk membahas arah penyelesaian konflik yang selama ini belum menemukan titik terang.

Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, mengatakan pertemuan tersebut menjadi langkah awal menuju penyelesaian yang lebih komprehensif. “Kami sudah bertemu dengan utusan wali kota untuk mengambil solusi setelah Bandung Zoo ditutup. Ada titik terang yang mulai terlihat,” ujarnya di Bandung.

Empat Skema Solusi Jadi Dasar Penataan Ulang

Sebelumnya, Wali Kota Muhammad Farhan menawarkan empat skema solusi terkait penyelamatan dan penataan ulang Bandung Zoo. Keempat skema tersebut meliputi:

  1. Keberlangsungan para pekerja.
  2. Penyelamatan sumber air dan kawasan lindung.
  3. Penyelamatan aset dan lahan.
  4. Pelestarian nilai sejarah dan warisan budaya.

Menurut SPMD, empat skema tersebut telah mencakup aspirasi utama para pekerja, terutama terkait jaminan keberlanjutan pekerjaan dan komitmen menjaga fungsi konservasi.

“Bagi kami, keberlangsungan bekerja di tempat yang sama bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tanggung jawab moral terhadap satwa dan sejarah panjang Bandung Zoo,” kata Sulhan.

Minta Komunikasi Satu Pintu

Dalam kesempatan itu, pihak serikat pekerja juga menyoroti kendala komunikasi yang terjadi selama proses penyelesaian konflik. Mereka menduga terdapat pihak-pihak tertentu yang tidak menyampaikan informasi secara utuh sehingga memperkeruh situasi.

“Itulah yang membuat para pekerja tidak nyaman dalam berkomunikasi dengan pemerintah. Banyak hal yang tidak tersampaikan dengan jelas. Karena itu, kami meminta satu pintu komunikasi agar penyelesaian Bandung Zoo lebih transparan dan terarah,” ungkapnya.

Menurut Sulhan, persoalan Bandung Zoo tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan aset, tetapi juga menyangkut aspek politik, sosial, ekonomi, dan konservasi. Oleh sebab itu, penyelesaiannya harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

711 Satwa Tetap Dirawat

Saat ini, Bandung Zoo memiliki 711 satwa yang tetap membutuhkan perawatan dan pengawasan intensif. Sebanyak 123 pekerja masih menjalankan aktivitas harian untuk memastikan kesejahteraan satwa tetap terjaga meski operasional kebun binatang dalam masa transisi.

Bagi para pekerja, satwa bukan sekadar koleksi, melainkan bagian dari kehidupan yang telah dirawat selama puluhan tahun. Komitmen menjaga kesejahteraan satwa menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian status kelembagaan.

Dengan adanya skema solusi dari Wali Kota Bandung, para pekerja berharap polemik yang berlarut dapat segera menemukan penyelesaian. Mereka optimistis, melalui dialog terbuka dan komunikasi satu pintu, Bandung Zoo dapat kembali beroperasi secara tertata, berkelanjutan, serta tetap mengedepankan fungsi konservasi dan kesejahteraan pekerja. (*Red)