Banyuasin, sebelas12.com – PT Pos Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung stabilitas pangan nasional dan pengendalian inflasi melalui program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sumatera 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Executive Vice President (EVP) Enterprise Business Pos Indonesia, Dino Aryadi, dalam kegiatan GPIPS yang digelar di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Pos Indonesia Perkuat Distribusi Pangan Nasional
Sebagai BUMN logistik nasional, Pos Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran distribusi komoditas pangan dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Didukung jaringan logistik yang menjangkau hingga pelosok Indonesia, Pos Indonesia siap memastikan arus pangan berjalan lancar guna menjaga stabilitas harga pangan.
“Dengan kekuatan jaringan, SDM, serta infrastruktur logistik yang luas, Pos Indonesia siap menjadi bagian penting dalam memperlancar distribusi pangan dan mendukung stabilitas harga,” ujar Dino.
Menurutnya, tantangan pengendalian inflasi pangan semakin kompleks. Perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta karakter pasokan pangan yang musiman menjadi faktor utama yang memengaruhi harga di pasar.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, BUMN logistik, dan pelaku usaha menjadi kunci menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Komitmen Pos Indonesia Dukung Pengendalian Inflasi
Keterlibatan Pos Indonesia dalam GPIPS merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung agenda strategis pemerintah.
Perusahaan terus mengoptimalkan layanan distribusi, memperkuat armada logistik, serta mendorong digitalisasi sistem logistik agar rantai pasok tetap efisien, cepat, dan tepat sasaran.
“Kami berkomitmen memastikan distribusi komoditas pangan berjalan efisien dan terjangkau. Optimalisasi layanan dan digitalisasi logistik menjadi fokus utama kami,” tambah Dino.
Inflasi Pangan Jadi Perhatian Utama 2026
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menjelaskan bahwa GPIPS dirancang sebagai strategi menyeluruh untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui tiga langkah utama:
- Peningkatan produksi pangan
- Kelancaran distribusi
- Penguatan sinergi pusat dan daerah
Inflasi nasional sepanjang 2025 tercatat sebesar 2,92 persen (year-on-year/yoy), masih berada dalam rentang sasaran 2,5±1 persen. Namun, pada Januari 2026 inflasi meningkat menjadi 3,55 persen yoy, terutama dipicu kelompok pangan bergejolak.
“Pengendalian inflasi pangan harus terus diperkuat agar tetap berada pada kisaran 3–5 persen,” tegas Ricky.
Inovasi Digital Perkuat Ekosistem Pangan Daerah
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menekankan pentingnya inovasi digital dalam memperkuat ekosistem pangan. Ia mencontohkan pemanfaatan platform SiBenih dan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang dinilai berhasil mengoptimalkan produksi serta distribusi pangan daerah.
Selain itu, Rapat Koordinasi TPIP–TPID Wilayah Sumatera menghasilkan tiga kesepakatan strategis, yaitu:
- Stabilisasi harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)
- Antisipasi dampak cuaca ekstrem
- Percepatan pemulihan lahan pertanian terdampak bencana
Kegiatan GPIPS juga dirangkaikan dengan temuwicara bersama petani dan UMKM, penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian, business matching antara perbankan dan pelaku usaha, serta pemberangkatan truk komoditas Kerja Sama Antar Daerah (KAD).
Melalui partisipasi aktif dalam GPIPS 2026, Pos Indonesia menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan pengendalian inflasi nasional. (*Red)












