Banjar, sebelas12.com – Upaya penguatan ekonomi berbasis potensi lokal terus dilakukan YBM BRILiaN. Melalui Mustahik Income Generating Program (MIGP), YBM BRILiaN menyalurkan bantuan usaha produktif kepada pelaku UMKM mustahik di Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis.
Program MIGP kali ini menyasar dua kelompok usaha unggulan masyarakat, yakni Kelompok Kecimpring Barokah di Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, serta Kelompok Tempe Barokah di Desa Padaringan, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis.
Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari Rp100 juta, berupa peralatan produksi, tambahan modal kerja, serta pelatihan peningkatan kapasitas usaha. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing produk lokal.
Wakil Ketua Umum YBM BRILiaN Region 9, Teguh Agung Prihadi, mengatakan bahwa MIGP dirancang sebagai program pemberdayaan ekonomi jangka panjang, bukan sekadar bantuan konsumtif.
“YBM BRILiaN mendorong pengembangan usaha yang sudah berjalan di masyarakat. Dengan penguatan alat produksi, modal, dan pendampingan, kami berharap usaha lokal ini bisa tumbuh lebih stabil dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, pemilihan usaha kecimpring dan tempe dilakukan karena keduanya merupakan produk lokal yang telah memiliki pasar serta potensi berkembang jika dikelola secara lebih profesional.
“Kami fokus pada usaha berbasis potensi daerah. Ketika usaha lokal berkembang, dampaknya bukan hanya pada penerima manfaat, tetapi juga pada perputaran ekonomi di lingkungan sekitar,” tambahnya.
Kegiatan peluncuran Program MIGP di masing-masing lokasi turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah setempat, di antaranya Lurah Hegarsari dan Sekretaris Desa Padaringan, serta tokoh masyarakat dan anggota kelompok penerima manfaat.
Pemerintah setempat menyambut baik kehadiran program tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya peningkatan ekonomi masyarakat dan penguatan UMKM desa dan kelurahan.
Melalui Program MIGP, BRI melalui YBM BRILiaN menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi mustahik, dengan harapan para penerima manfaat mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan secara bertahap bertransformasi menjadi pelaku usaha mandiri. (*Red)







