Bandung, sebelas12.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan program Car Free Day (CFD) dan Braga Bebas Kendaraan (Braga Beken) tidak akan dihapus. Kedua program tersebut saat ini masih dalam tahap evaluasi menyeluruh untuk membenahi tata kelola dan memastikan pelaksanaannya ke depan berjalan lebih tertib.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, penghentian sementara CFD bukan berarti pemerintah menghentikan program tersebut secara permanen. Evaluasi dilakukan sebagai langkah pengendalian tata kelola pemerintahan setelah ditemukan sejumlah persoalan administrasi dalam pengelolaan kegiatan.
Menurut Farhan, selama ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menggunakan anggaran pengelolaan CFD untuk mendukung keterlibatan sejumlah pihak dalam penertiban serta pengelolaan kegiatan di lapangan.
Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan persoalan administrasi dan tata kelola yang perlu segera diperbaiki.
“Evaluasi CFD itu sebetulnya adalah sebuah bentuk pengendalian tata kelola pemerintahan. Selama ini Dishub memang memanfaatkan dana anggaran pengelolaan CFD untuk meminta bantuan berbagai macam pihak melakukan penertiban dan lain-lain. Tetapi ada kesalahan administrasi, ada kesalahan tata kelola maka saya stop dulu, perbaiki dulu semuanya,” kata Farhan, Rabu 2 September 2026.
CFD Bandung Akan Kembali dengan Tata Kelola yang Lebih Jelas
Farhan menjelaskan, Pemkot Bandung terlebih dahulu ingin memastikan konsep pengelolaan CFD dan Braga Beken telah tersusun secara jelas sebelum kedua kegiatan kembali digelar.
Evaluasi tersebut mencakup aspek tata kelola, mekanisme pelaksanaan, hingga keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan di ruang publik.
“Saya harus lihat dulu konsep dari penataan CFD dan Braga Beken itu jadi seperti apa. Kalau itu sudah clear dan jelas ya kita akan jalankan lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembenahan dilakukan agar pelaksanaan CFD maupun Braga Beken ke depan tidak hanya menarik bagi masyarakat, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan yang sesuai dengan ketentuan.
Dengan demikian, penghentian sementara diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki mekanisme kegiatan, bukan menghilangkan ruang publik yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas warga Kota Bandung.
Braga Beken Bakal Dikembangkan Jadi Daya Tarik Wisata
Selain CFD, Pemkot Bandung juga memastikan Braga Beken tetap menjadi bagian dari program penataan ruang publik di Kota Bandung.
Farhan menilai kawasan Braga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang semakin menarik. Karena itu, konsep Braga Beken ke depan tidak hanya berkaitan dengan pembatasan kendaraan bermotor, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan lebih banyak aktivitas yang memberikan pengalaman bagi masyarakat dan wisatawan.
“Harus dilanjut karena kita memang membutuhkan hal itu. Kita butuh CFD, kita butuh Braga Beken,” tegasnya.
Menurut Farhan, pengembangan kawasan Braga harus dilakukan secara lebih kreatif sehingga mampu memperkuat daya tarik kawasan tersebut sebagai salah satu ikon wisata Kota Bandung.
“Konsep Braga juga tentu akan dikembangkan lagi sedemikian rupa sehingga semakin menarik sebagai tempat wisata,” tuturnya.
Pemkot Bandung kini menunggu konsep penataan yang lebih matang sebelum CFD dan Braga Beken kembali dijalankan. Pembenahan tata kelola diharapkan membuat kedua program tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat lebih besar bagi warga, pelaku ekonomi, dan sektor pariwisata Kota Bandung. (*Red)











