Bandung, sebelas12.com — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bandung menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp916.392.233 kepada 470 penerima manfaat dalam Gebyar Penyaluran ZIS yang digelar di Sekretariat PCNU Kota Bandung, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan semarak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut menjadi momentum BAZNAS Kota Bandung menunjukkan transparansi pengelolaan dana umat sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Bandung Sudah Himpun Rp16,3 Miliar
Ketua BAZNAS Kota Bandung, Drs. H. Momon Ahmad Imron Sutisna, mengatakan penyaluran tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, khususnya para muzaki dan munfik yang telah mempercayakan dana mereka kepada BAZNAS.
“Kegiatan ini kita lakukan sebagai wujud transparansi kami dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Sekaligus sebagai wujud terima kasih kepada para muzaki yang luar biasa, di mana dana yang terkumpul sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Hingga Juli 2026, BAZNAS Kota Bandung telah menghimpun dana sebesar Rp16,3 miliar, atau sekitar 50 persen dari target penghimpunan tahun ini.
Dari total penghimpunan tersebut, sekitar 92 persen berasal dari zakat, dengan kontribusi terbesar berasal dari zakat penghasilan. Sementara itu, sekitar 95 persen dana yang telah terhimpun sudah disalurkan melalui lima program unggulan BAZNAS Kota Bandung.
Kelima program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, serta dakwah dan keagamaan.
Bantuan Menyasar Kebutuhan Dasar Warga
Penyaluran dalam Gebyar ZIS kali ini menyasar beragam kebutuhan masyarakat. Bantuan yang diberikan antara lain paket sembako, beasiswa pendidikan mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi, bantuan modal usaha, biaya pengobatan, pelunasan tunggakan BPJS, alat kesehatan dan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
BAZNAS juga memberikan bantuan kebencanaan bagi korban kebakaran serta membantu warga yang mengalami persoalan tunggakan biaya kontrakan.
Ragam bantuan tersebut menunjukkan bahwa dana ZIS tidak hanya diarahkan untuk bantuan konsumtif, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Gandeng Lima Mitra Perkuat Tata Kelola Zakat
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Bandung sekaligus memperkuat kolaborasi kelembagaan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan lima mitra strategis.
Kelima mitra tersebut yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Dinas Sosial Kota Bandung, TP PKK Kota Bandung, dan Forum Bandung Sehat.
Kerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung diarahkan pada penelitian dampak zakat dan pengembangan sumber daya manusia. Bersama Disdukcapil, BAZNAS akan memperkuat proses verifikasi dan validasi data serta pelayanan administrasi kependudukan bagi mustahik.
Sementara dengan Dinas Sosial Kota Bandung, kolaborasi diarahkan pada pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk meningkatkan ketepatan sasaran distribusi zakat.
Adapun kerja sama dengan TP PKK Kota Bandung difokuskan pada pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Sedangkan Forum Bandung Sehat diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui Posyandu.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan zakat yang semakin modern, akuntabel dan tepat sasaran.
Kembangkan Z Kopi sebagai Unit Usaha Produktif
Selain memperkuat distribusi bantuan, BAZNAS Kota Bandung juga mendorong inovasi melalui program “Z Kopi” atau Zakat Kreatif Optimalkan Potensi dan Inklusi.
Z Kopi dikembangkan sebagai kedai kopi yang dikelola menjadi unit usaha produktif. Saat ini, pembangunan lima titik Z Kopi tengah berlangsung di sejumlah lokasi, yakni PCNU, PD Muhammadiyah, PD Persis, Kantor BAZNAS Kota Bandung, dan DKM Masjid Al-Ukhuwah.
Program tersebut menjadi salah satu upaya BAZNAS untuk mengembangkan pengelolaan zakat yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi.
Dihadiri Wali Kota Bandung
Gebyar Penyaluran ZIS BAZNAS Kota Bandung tersebut turut dihadiri Wali Kota Bandung M. Farhan, Wakil Ketua Bidang Penghimpunan Zakat BAZNAS RI Dr. Rizaludin Kurniawan, jajaran pimpinan BAZNAS Jawa Barat, Ketua/Rois Syuriyah PCNU Kota Bandung Drs. KH Khoiruddin Aly, Kepala Disdukcapil Kota Bandung Tatang Muhtar, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung dr. H. Yorisa Sativa, serta anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung.
Dukungan Pemerintah Kota Bandung terhadap penguatan BAZNAS juga diwujudkan melalui fasilitasi pertemuan BAZNAS dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mempelajari strategi investasi syariah.
Langkah tersebut diarahkan untuk mencari peluang optimalisasi dana zakat sehingga dapat dikelola secara lebih produktif dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan dana umat.
Dengan mengandalkan transparansi, penguatan data, kolaborasi lintas lembaga dan inovasi ekonomi, BAZNAS Kota Bandung optimistis dapat meningkatkan penghimpunan ZIS hingga akhir 2026.
Pada saat yang sama, BAZNAS menargetkan peran yang semakin kuat sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Bandung dalam upaya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*Red)











