Festival Film Bandung 2026 Usung Tema ‘Sinema Rona Keluarga’, Pemkot Perkuat Ekosistem Perfilman

Festival Film Bandung 2026 Usung Tema 'Sinema Rona Keluarga', Pemkot Perkuat Ekosistem Perfilman

Bandung, sebelas12.com – Festival Film Bandung (FFB) ke-39 Tahun 2026 resmi mengangkat tema “Sinema Rona Keluarga”, yang merefleksikan kuatnya nilai-nilai keluarga dalam perkembangan perfilman Indonesia. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung penuh penyelenggaraan festival ini sebagai upaya memperkuat ekosistem industri kreatif sekaligus mendorong lahirnya karya-karya perfilman berkualitas dari Kota Bandung.

Tema tersebut diumumkan dalam acara Pengumuman Nominasi Film dan Narafilm Terpuji Festival Film Bandung ke-39 yang digelar di Gulapadi Bandung, Kamis 16 Juli 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan Bandung memiliki sejarah penting dalam perkembangan perfilman nasional dan terus berupaya mempertahankan posisinya sebagai salah satu kota kreatif dunia.

“Film menjadi muara berbagai cabang seni, mulai dari teater, sastra, musik hingga tari. Berbagai pesan kemanusiaan dan budaya dapat disampaikan melalui film karena film merupakan bahasa yang universal,” ujar Adi.

Menurutnya, Bandung bukan hanya dikenal sebagai tempat lahirnya film panjang pertama Indonesia, Lutung Kasarung, tetapi juga menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network yang berkomitmen mengembangkan sektor ekonomi kreatif.

“Sinema Rona Keluarga” Jadi Cerminan Perfilman Indonesia

Adi berharap Festival Film Bandung terus menjadi ruang apresiasi sekaligus wadah tumbuhnya kreativitas para sineas nasional.

“Bandung harus terus mempertahankan kreativitasnya, termasuk dalam bidang perfilman. Forum Film Bandung melalui Festival Film Bandung ke-39 ini menjadi salah satu kontributor yang luar biasa bagi perkembangan perfilman nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Regu Pengamatan Film Indonesia Forum Film Bandung, Rosyid E. Abby, menjelaskan tema “Sinema Rona Keluarga” dipilih berdasarkan hasil pengamatan terhadap film-film yang tayang sepanjang periode September 2025 hingga Juni 2026.

Menurutnya, isu keluarga menjadi benang merah yang paling dominan dalam berbagai genre film Indonesia, mulai dari drama, komedi, laga, hingga horor.

“Film-film Indonesia banyak berbicara tentang hubungan ayah, ibu, dan anak, tentang kehilangan, harapan, konflik, hingga kehangatan keluarga. Sinema memberi warna bagi keluarga, dan keluarga juga memberi warna bagi sinema Indonesia. Itulah makna Sinema Rona Keluarga,” ujar Rosyid.

344 Karya Dinilai, Malam Puncak Digelar 22 Agustus

Panitia Festival Film Bandung, Iwan Kusmawan, mengungkapkan Regu Pengamat Forum Film Bandung telah melakukan penilaian terhadap 344 karya selama masa pengamatan.

Jumlah tersebut terdiri atas:

  • 144 film Indonesia
  • 151 film impor
  • 26 serial televisi
  • 23 serial web

Pengumuman nominasi menjadi awal dari rangkaian Festival Film Bandung ke-39 sebelum malam puncak penghargaan yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026.

Iwan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot Bandung, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, terhadap penyelenggaraan festival tahun ini.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Mudah-mudahan ke depan dukungan Pemerintah Kota Bandung semakin besar sehingga Festival Film Bandung dapat berlangsung lebih meriah,” tuturnya.

Melalui Festival Film Bandung ke-39, Pemkot Bandung berharap industri perfilman nasional semakin berkembang, sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai kota kreatif yang melahirkan karya-karya seni dan budaya berkelas nasional maupun internasional. (*Red)