Bandung, sebelas12.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang Festival Asia Afrika 2026, mulai dari penyediaan kantong parkir, rekayasa lalu lintas, hingga penertiban parkir liar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ribuan pengunjung dapat menikmati rangkaian kegiatan dengan aman, nyaman, dan tertib.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, sejumlah kantong parkir telah disiapkan di beberapa titik strategis, mulai dari kawasan Jalan Naripan hingga Cikapundung, guna mengakomodasi kendaraan masyarakat yang menghadiri festival.
Sementara itu, pengaturan arus kendaraan masih dimatangkan melalui koordinasi antara Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung dan Polrestabes Bandung.
“Analisis dampak lalu lintas masih dilakukan oleh Dishub bersama Polrestabes agar pelaksanaan festival berjalan lancar,” kata Farhan, Rabu 8 Juli 2026.
Menurutnya, rekayasa lalu lintas akan ditetapkan setelah kajian dampak lalu lintas selesai sehingga mobilitas masyarakat tetap terjaga selama pelaksanaan festival.
Pemkot Bandung Tegas Berantas Parkir Liar
Selain mengatur lalu lintas, Pemkot Bandung juga memastikan tidak ada praktik parkir liar maupun pungutan parkir ilegal yang merugikan masyarakat selama Festival Asia Afrika berlangsung.
Farhan menegaskan pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang memanfaatkan momentum festival untuk melakukan pungutan di luar ketentuan.
“Kalau menemukan parkir liar, akan langsung kami tindak. Tidak boleh ada parkir liar dan tidak boleh ada getok parkir,” tegasnya.
Ia berharap langkah tersebut mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung sekaligus menjaga citra Kota Bandung sebagai tuan rumah berbagai agenda berskala nasional maupun internasional.
Festival Tetap Digelar Berkualitas Meski Lebih Sederhana
Farhan mengungkapkan, seluruh kebutuhan penyelenggaraan Festival Asia Afrika telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.
Meski demikian, pelaksanaan festival tetap menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah. Konsep kegiatan dirancang lebih sederhana tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan maupun daya tarik acara.
“Anggarannya sudah disiapkan sesuai kebutuhan. Memang acaranya lebih sederhana karena efisiensi, tetapi tetap berkualitas,” ujarnya.
Pemkot Bandung berharap Festival Asia Afrika 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan sektor ekonomi kreatif, serta memperkuat posisi Kota Bandung sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia. (*Red)











