Bandung, sebelas12.com – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung tidak hanya mengandalkan penyelenggaraan job fair untuk menekan angka pengangguran. Pemerintah Kota Bandung kini juga memperkuat program pemagangan dan penempatan tenaga kerja ke luar negeri, khususnya Jepang, yang dinilai masih memiliki kebutuhan tenaga kerja cukup besar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Disnaker Kota Bandung dalam memperluas akses pekerjaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan program pemagangan menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri yang terus berubah.
“Program magang memberikan kesempatan kepada pencari kerja untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia industri sekaligus meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan perusahaan,” kata Yayan saat menghadiri Job Fair Future Connect 2026 Wilayah Bandung Tengah di GOR Bandung, Kamis 18 Juni 2026.
Program Magang Dibiayai Pemerintah
Menurut Yayan, Disnaker Kota Bandung terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai sektor usaha, termasuk industri perhotelan dan restoran, untuk memperluas program pemagangan.
Dalam program tersebut, pemerintah memberikan dukungan pembiayaan sehingga tidak membebani perusahaan yang menjadi mitra pelaksana.
Peserta magang memperoleh bantuan transportasi serta pendampingan instruktur selama menjalani pelatihan dan praktik kerja. Skema ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan kerja peserta sekaligus membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang lebih terampil.
“Peserta mendapat bantuan transportasi dan instruktur sehingga industri terbantu dan pencari kerja juga mendapatkan pengalaman kerja,” ujarnya.
Disnaker menilai program magang memiliki tingkat efektivitas yang tinggi karena peserta memperoleh pengalaman kerja nyata yang menjadi salah satu syarat utama dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Peluang Kerja ke Jepang Masih Terbuka Lebar
Selain program magang, Disnaker Kota Bandung juga mengintensifkan sosialisasi program penempatan tenaga kerja ke luar negeri, terutama ke Jepang.
Yayan mengungkapkan, selama ini peluang kerja ke Jepang justru lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dari sejumlah daerah lain di Jawa Barat seperti Ciamis, Tasikmalaya, Bandung Barat, Indramayu, dan Cirebon.
Padahal, Jepang masih membuka kebutuhan tenaga kerja dalam berbagai sektor yang dapat dimanfaatkan oleh warga Kota Bandung.
Karena itu, Disnaker mendorong generasi muda untuk melihat peluang bekerja di luar negeri sebagai salah satu pilihan karier yang menjanjikan.
Subsidi Pelatihan Hingga Rp15 Juta
Untuk mendukung kesiapan calon pekerja, Disnaker Kota Bandung memberikan subsidi pelatihan dengan nilai yang cukup besar.
Bantuan tersebut digunakan untuk membiayai pembelajaran bahasa Jepang, pemahaman budaya kerja, serta berbagai keterampilan teknis yang dibutuhkan sebelum keberangkatan.
“Hampir Rp10 juta sampai Rp15 juta kami subsidi untuk belajar bahasa Jepang, budaya kerja, dan keterampilan lainnya sebelum diberangkatkan,” ujar Yayan.
Menurutnya, investasi pemerintah pada pelatihan tenaga kerja ini penting untuk memastikan pekerja asal Kota Bandung mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional dan memiliki daya saing yang tinggi.
Tingkatkan Kompetensi dan Pengalaman Global
Disnaker mencatat tenaga kerja yang berangkat ke luar negeri umumnya bekerja selama tiga hingga lima tahun sebelum kembali ke Indonesia.
Pengalaman tersebut dinilai memberikan nilai tambah yang besar karena para pekerja membawa keterampilan, etos kerja, dan wawasan global yang dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM di Kota Bandung.
Untuk memperluas akses program, Disnaker juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan dan perguruan tinggi, termasuk Universitas Teknologi Bandung. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat memiliki peluang untuk bekerja sambil melanjutkan pendidikan di luar negeri.
Disnaker Kota Bandung berharap program magang dan kerja ke Jepang dapat menjadi alternatif nyata bagi pencari kerja, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan menciptakan tenaga kerja yang kompeten di tingkat global. (*Red)











