Bandung Zoo Masuki Era Baru, PT Fauna Land Ancol Menangi Lelang Pengelolaan

Bandung Zoo Masuki Era Baru, PT Fauna Land Ancol Menangi Lelang Pengelolaan

Bandung, sebelas12.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan proses lelang pengelolaan Bandung Zoo telah rampung. Perusahaan pengelola taman satwa, PT Fauna Land Ancol, ditetapkan sebagai pemenang lelang dan akan menjadi pengelola baru Bandung Zoo setelah seluruh tahapan administrasi serta perizinan selesai dilaksanakan.

Saat ini, proses pengelolaan memasuki tahap pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kota Bandung dengan pihak pengelola baru.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan sejumlah poin kerja sama tengah dibahas secara intensif sebelum masuk ke tahap legalisasi dan penandatanganan kesepakatan.

“Setelah berkomunikasi dengan Menteri Kehutanan dan menyepakati hasil keputusan panitia lelang, langkah berikutnya adalah penyusunan kembali nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Bandung, Kementerian Kehutanan, dan PT Fauna Land sebagai pemenang lelang,” ujarnya.

Pemkot dan Fauna Land Susun Skema Kerja Sama

Menurut Farhan, pembahasan kerja sama akan menentukan pembagian tugas, kewenangan, serta tanggung jawab masing-masing pihak selama masa transisi pengelolaan.

Termasuk di dalamnya pengaturan mengenai pembiayaan operasional dan berbagai aspek teknis yang dibutuhkan sebelum Bandung Zoo dapat beroperasi secara normal di bawah manajemen baru.

Kesepakatan tersebut menjadi fondasi utama dalam proses transformasi pengelolaan kebun binatang yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi dan konservasi di Kota Bandung.

Pengelola Baru Masih Harus Menyelesaikan Sejumlah Perizinan

Meski telah ditetapkan sebagai pemenang lelang, PT Fauna Land Ancol belum dapat langsung mengoperasikan Bandung Zoo.

Farhan menjelaskan, masih terdapat sejumlah izin yang wajib dipenuhi sesuai ketentuan pemerintah pusat.

Salah satu syarat utama adalah memperoleh izin operasional sebagai Lembaga Konservasi Berbadan Hukum dari Kementerian Kehutanan.

Selain itu, perusahaan juga harus mengurus dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang melibatkan Pemerintah Kota Bandung dan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Proses perizinan ini membutuhkan waktu. Karena itu kami masih mengkaji apakah kebun binatang tetap ditutup sementara atau dapat dibuka secara bertahap selama proses berlangsung,” kata Farhan.

Audit Satwa Akan Didampingi Pemerintah Pusat

Selain perizinan, tahapan penting lainnya adalah inventarisasi seluruh koleksi satwa yang berada di Bandung Zoo.

Pemkot Bandung bersama Kementerian Kehutanan akan melakukan pendataan dan audit terhadap satwa, termasuk yang berstatus titipan dari lembaga konservasi lain.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh satwa tercatat dengan baik serta memenuhi standar pengelolaan konservasi yang berlaku.

Proses audit tersebut akan mendapatkan pendampingan langsung dari pemerintah pusat sebagai bagian dari pengawasan transisi pengelolaan.

Fauna Land Raih Nilai Tertinggi dalam Proses Lelang

Menanggapi pertanyaan publik terkait terpilihnya Fauna Land sebagai pemenang, Farhan menegaskan seluruh proses dilakukan secara terbuka dan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Ia menyebutkan hasil penilaian sepenuhnya merupakan kewenangan panitia lelang.

Namun berdasarkan dokumen yang dapat diakses peserta, Fauna Land memperoleh nilai tertinggi dibandingkan peserta lainnya.

“Kalau melihat dokumen yang terbuka, skornya memang paling tinggi. Prosesnya juga dilakukan secara terbuka dan seluruh peserta menandatangani berita acara,” ujarnya.

Hak Karyawan Bandung Zoo Dipastikan Tetap Terjaga

Di tengah proses pergantian pengelola, Pemerintah Kota Bandung memastikan hak-hak pekerja tetap menjadi perhatian utama.

Farhan menyampaikan bahwa gaji karyawan Bandung Zoo hingga akhir Juni 2026 masih akan dibayarkan menggunakan anggaran pemerintah yang tersedia.

“Insyaallah sampai akhir Juni gaji karyawan tetap dibayarkan oleh pemerintah sesuai kemampuan anggaran yang ada,” katanya.

Selain itu, keberlanjutan tenaga kerja juga menjadi salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi oleh pengelola baru dalam menjalankan operasional Bandung Zoo ke depan.

Fauna Land Wajib Setor Rp4,3 Miliar per Tahun

Dalam skema kerja sama yang tengah disiapkan, PT Fauna Land Ancol memiliki kewajiban memberikan kontribusi tetap kepada Pemerintah Kota Bandung sebesar Rp4,3 miliar setiap tahun.

Selain kontribusi tahunan tersebut, perusahaan juga diwajibkan menyerahkan bagi hasil keuntungan sebesar 11 persen.

Skema tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi daerah sekaligus menjamin keberlanjutan pengelolaan kawasan konservasi secara profesional.

Pemkot Isyaratkan Hadirnya Inovasi Baru di Bandung Zoo

Terkait rencana renovasi dan pengembangan kawasan, Farhan mengungkapkan pembahasan masih berlangsung bersama pihak pengelola baru.

Meski belum mengungkapkan konsep secara rinci, ia memberikan sinyal bahwa Fauna Land telah menyiapkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan kualitas Bandung Zoo.

“Kalau melihat konsep yang mereka tawarkan memang ada inovasi. Namun saya belum ingin berbicara terlalu jauh sebelum seluruh administrasi selesai,” ujarnya.

Dengan masuknya pengelola baru, Bandung Zoo diharapkan dapat bertransformasi menjadi lembaga konservasi dan destinasi wisata edukatif yang lebih modern, profesional, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pelestarian satwa dan perekonomian Kota Bandung. (*Red)