Jabar  

Polisi Turun ke Sawah, Polda Jabar Bangun Ekosistem Pertanian Lewat 9 Inovasi Ketahanan Pangan

Bandung, sebelas12.com – Peran kepolisian di Jawa Barat kini tidak lagi sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui sembilan inovasi ketahanan pangan yang baru diluncurkan, Polda Jawa Barat menunjukkan pendekatan baru dengan terjun langsung membangun ekosistem pertanian yang melibatkan petani, kampus, perbankan, hingga perusahaan swasta.

Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya memperkuat kesejahteraan petani di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari keterbatasan modal, akses lahan, hingga teknologi pascapanen.

Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, mengatakan keberhasilan ketahanan pangan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah atau petani. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar produktivitas pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan.

“Polda Jawa Barat berupaya menjadi penghubung berbagai elemen agar petani mendapatkan akses yang lebih luas terhadap modal, teknologi, pasar, dan pendampingan,” kata Fadly Samad didampingi Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, Selasa (9/6/2026).

Permodalan Jadi Kunci, Petani Dapat Akses KUR dan Pinjaman Tanpa Bunga

Salah satu fokus utama program ini adalah membuka akses pembiayaan yang lebih mudah bagi petani. Melalui kerja sama dengan bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), petani binaan mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung pengembangan usaha pertanian.

Tak hanya itu, Polda Jabar juga menghadirkan program Primkoppol Peduli Bunga 0 Persen yang menyediakan pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan melalui koperasi Polri. Skema tersebut diharapkan mampu menjadi solusi alternatif bagi petani yang selama ini kesulitan memperoleh akses permodalan formal.

Gandeng Kampus Kembangkan Benih Unggul dan Teknologi Pascapanen

Di bidang teknologi pertanian, Polda Jabar menggandeng perguruan tinggi untuk menghadirkan berbagai inovasi. Bersama Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, dikembangkan Benih Kurama yang diproyeksikan menjadi benih unggul jagung dengan produktivitas lebih tinggi.

Sementara bersama mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), lahir inovasi Solar Drayer Home Presisi, alat pengering jagung berbasis tenaga surya yang dirancang untuk membantu petani menjaga kualitas hasil panen sekaligus menekan biaya produksi.

Keterlibatan dunia akademik dinilai menjadi langkah penting agar sektor pertanian mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Buka Lahan Produktif dan Dorong Pertanian Ramah Lingkungan

Selain teknologi dan permodalan, persoalan keterbatasan lahan juga menjadi perhatian. Melalui program Pinjam Manfaat Lahan Presisi, Polda Jabar bekerja sama dengan PTPN dan Perhutani untuk membuka akses pemanfaatan lahan yang belum produktif bagi petani binaan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas area tanam jagung sekaligus meningkatkan produksi pangan di Jawa Barat.

Menariknya, sejumlah inovasi yang diluncurkan juga mengusung konsep ramah lingkungan. Program Zero Waste Presisi, misalnya, mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan baku pupuk organik dan media tanam.

Selain itu, Polda Jabar mengembangkan Pupuk Organik Pak Bhabin yang dibuat dari campuran kotoran kerbau, abu vulkanik, sekam, dan molase. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Polda Jabar juga menginisiasi program Penanaman Uwi di lahan milik PTPN sebagai bagian dari strategi diversifikasi pangan. Program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan daerah dengan memanfaatkan potensi komoditas lokal yang selama ini belum tergarap optimal.

Piala Jagung Kapolda Jabar Jadi Pemicu Semangat Ketahanan Pangan

Untuk memperkuat implementasi program di lapangan, Polda Jabar akan menggelar Lomba Ketahanan Pangan Piala Jagung Kapolda Jabar 2026 yang diikuti seluruh Polres, Polresta, dan Polrestabes se-Jawa Barat.

Melalui berbagai program tersebut, Polda Jabar ingin menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal produksi pertanian, tetapi juga tentang membangun kolaborasi yang mampu menciptakan kesejahteraan petani dan kemandirian pangan nasional.

“Ketahanan pangan yang kuat dimulai dari petani yang sejahtera. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh inovasi ini benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Fadly. (*Red)