Bandung, sebelas12.com – Kesuksesan Persib Bandung meraih gelar juara kembali dinilai memberikan dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar prestasi di lapangan hijau. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa keberhasilan Persib turut menjadi motor penggerak ekonomi, pariwisata, hingga peningkatan pendapatan daerah.
Menurut Farhan, efek kemenangan Persib dapat dirasakan langsung oleh berbagai sektor usaha, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga industri hiburan yang mengalami peningkatan aktivitas saat tim kebanggaan warga Jawa Barat tersebut tampil kompetitif.
“Banyak sekali yang diuntungkan ketika Persib meraih gelar juara. Ekonomi masyarakat meningkat, pariwisata di Kota Bandung juga ikut meningkat,” ujar Farhan.
Persib Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Kota
Farhan mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme bobotoh terhadap setiap pertandingan Persib berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi di Kota Bandung.
Penjualan tiket pertandingan yang terus meningkat menjadi salah satu indikator kuat bahwa sepak bola telah berkembang menjadi sektor ekonomi yang memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Menurutnya, setiap laga Persib tidak hanya menggerakkan aktivitas di stadion, tetapi juga mendorong pertumbuhan transaksi di sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata.
“Ketika Persib menang tiket online laku. Pajak hiburan juga tinggi,” katanya.
Pajak Hiburan Masuk Tiga Besar Penyumbang Pendapatan
Farhan menyebut dampak ekonomi dari Persib bahkan tercermin dalam struktur penerimaan pajak daerah Kota Bandung.
Saat ini, pajak hiburan menjadi salah satu sektor dengan kontribusi terbesar terhadap pendapatan daerah. Posisinya berada di peringkat ketiga setelah pajak makanan dan minuman serta pajak hotel.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri hiburan dan kegiatan yang berkaitan dengan Persib memiliki nilai ekonomi yang semakin besar bagi Kota Bandung.
“Sekarang pajak hiburan ada di peringkat ketiga setelah pajak makanan dan pajak hotel,” ungkapnya.
Pencapaian itu sekaligus memperlihatkan bahwa sepak bola tidak lagi hanya dipandang sebagai olahraga, tetapi telah menjadi bagian dari ekosistem ekonomi perkotaan.
Konsistensi Persib Jadi Kunci Dominasi
Di tengah euforia gelar juara, Farhan juga menaruh harapan besar agar Persib mampu mempertahankan dominasinya pada musim mendatang.
Ia menilai manajemen Persib telah memiliki pengalaman dan kematangan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk pergantian pelatih maupun pembentukan skuad.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menjaga konsistensi agar transisi kepemimpinan tim tetap berjalan baik.
“Manajemen Persib sudah mengalami banyak turun naik. Sekarang yang dibutuhkan itu konsistensi. Bagaimana Igor Tolic bisa meneruskan legasi dari Bojan Hodak,” ujarnya.
Farhan juga berharap mayoritas pemain inti tetap dipertahankan guna menjaga chemistry yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Persib.
Rival Siap Menantang Musim Depan
Meski optimistis terhadap peluang Persib, Farhan mengingatkan bahwa persaingan Liga Indonesia musim depan dipastikan semakin ketat.
Ia menyebut sejumlah klub besar mulai mempersiapkan diri secara serius untuk menghentikan dominasi Maung Bandung. Salah satunya adalah Persebaya Surabaya yang disebut memiliki motivasi khusus menjelang peringatan 100 tahun Kota Surabaya.
Selain itu, Persija Jakarta juga diperkirakan akan melakukan pembenahan besar-besaran menjelang momentum 500 tahun Jakarta.
“Musim depan pasti menarik. Belanja pemain dari klub-klub besar akan sangat serius,” katanya.
Rekrutmen Pemain Tak Hanya Soal Kualitas Teknik
Farhan turut menyoroti pentingnya strategi pemasaran dalam perekrutan pemain. Menurutnya, klub modern tidak hanya membutuhkan pemain berkualitas di lapangan, tetapi juga sosok yang mampu meningkatkan daya tarik klub di mata publik.
Ia mencontohkan kehadiran Michael Essien beberapa tahun lalu yang memberikan dampak besar terhadap popularitas Persib di tingkat nasional maupun internasional.
“Persib pasti mempertimbangkan pemain yang bukan cuma jago di lapangan tapi juga punya pengaruh besar di luar lapangan. Faktor keterlibatan masyarakat penting, dan suara bobotoh pasti didengar,” ucapnya.
Bagi Pemerintah Kota Bandung, keberhasilan Persib mempertahankan prestasi bukan hanya soal kebanggaan olahraga. Lebih dari itu, kemenangan Persib telah terbukti menjadi salah satu faktor yang mampu menggerakkan roda ekonomi, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan memperkuat citra Bandung sebagai kota tujuan sport tourism di Indonesia. (*Red)











