Pemkot Bandung Kerahkan 184 Petugas Awasi Hewan Kurban, Pastikan Bebas PMK hingga Hari Tasyrik

Pemkot Bandung Kerahkan 184 Petugas Awasi Hewan Kurban, Pastikan Bebas PMK hingga Hari Tasyrik

Bandung, sebelas12.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi menerjunkan 184 petugas pemeriksa hewan kurban untuk memastikan seluruh hewan yang diperjualbelikan dan disembelih di Kota Bandung dalam kondisi sehat, layak, dan bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pelepasan tim pemeriksa hewan kurban dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 11 Mei 2026.

Farhan menegaskan, pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan sebelum penyembelihan (antemortem) hingga pemeriksaan setelah penyembelihan (postmortem).

“Alhamdulillah hari ini kita sudah melepas tim antemortem dan postmortem untuk penanganan hewan-hewan kurban. Kita akan mengawasi semua tempat penjualan dan tempat penyembelihan, memastikan hewan kurban kita sehat dan layak,” ujar Farhan.

Sebanyak 184 petugas difokuskan untuk pemeriksaan awal hewan kurban di seluruh wilayah Kota Bandung. Sementara pemeriksaan postmortem akan diperkuat dengan tambahan personel saat proses penyembelihan berlangsung.

Pengawasan Dilakukan Hingga Hari Tasyrik

Pemkot Bandung memastikan pengawasan hewan kurban dilakukan tanpa henti hingga hari terakhir tasyrik. Tim pemeriksa akan menyisir 30 kecamatan dan 151 kelurahan, termasuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kondisi hewan kurban.

Menurut Farhan, langkah ini menjadi upaya serius mencegah penyebaran PMK sekaligus menjamin keamanan pangan asal hewan bagi masyarakat.

Ia menegaskan, seluruh hewan kurban yang masuk ke Kota Bandung wajib telah divaksin PMK dan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“PMK ini sudah pernah terjadi dua tahun lalu, jadi sekarang para peternak sudah paham. Semua hewan yang masuk harus divaksin dan dibuktikan dengan surat kesehatan,” katanya.

Farhan juga menambahkan, hewan yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan langsung dikembalikan ke peternak dan tidak diperbolehkan dijual di Kota Bandung.

Jumlah Hewan Kurban Diprediksi Meningkat

Pemkot Bandung memperkirakan jumlah hewan kurban pada Iduladha 2026 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 tercatat sekitar 18.640 ekor hewan kurban, sedangkan tahun ini diproyeksikan mencapai 25.000 ekor.

Menurut Farhan, peningkatan jumlah hewan kurban juga menjadi indikator pergerakan ekonomi masyarakat Kota Bandung menjelang Iduladha.

“Ini kami laporkan juga ke BPS sebagai indikator sekunder kondisi ekonomi di Kota Bandung,” ujarnya.

Selain memastikan kesehatan hewan, Pemkot Bandung juga mengatur lokasi penjualan hewan kurban agar tidak menggunakan trotoar dan tetap memperhatikan ketertiban kota.

DKPP Gandeng Dokter Hewan hingga Kampus

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menjelaskan, tim pemeriksa terdiri dari 145 personel DKPP yang didukung Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat, Universitas Padjadjaran, hingga Telkom University.

“Tim ini akan bergerak mulai hari ini hingga H-1 Iduladha untuk antemortem, kemudian dilanjutkan postmortem pada hari H hingga hari tasyrik,” kata Gin Gin.

Selain itu, Pemkot Bandung juga menggelar pelatihan pemotongan halal bagi 400 perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di seluruh kecamatan.

Program tersebut telah berjalan hampir satu dekade guna memastikan proses penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam dan standar kesehatan.

Aplikasi e-Selamat Permudah Masyarakat Cek Hewan Kurban

Sebagai bentuk inovasi layanan, Pemkot Bandung kembali mengoptimalkan aplikasi e-Selamat untuk mempermudah masyarakat mengecek kesehatan hewan kurban.

Setiap hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan penanda berupa “kalung sehat dan layak” yang terintegrasi dengan aplikasi tersebut.

Melalui aplikasi e-Selamat, masyarakat dapat melihat identitas hingga foto hewan kurban secara transparan sebelum membeli.

“Di dalamnya terdapat identitas dan foto hewan, sehingga transparan dan bisa dipastikan kesehatannya,” ujar Gin Gin.

Tak hanya itu, Kota Bandung tahun ini kembali dipercaya menjadi lokasi pembelian sapi bantuan presiden. Dua ekor sapi dengan bobot masing-masing sekitar 1,25 ton telah dipesan untuk disalurkan di wilayah Kota Bandung. (*Red)