Bandung, sebelas12.com – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan teknologi dengan menggelar workshop internasional bertajuk “Mastering Generative AI for Technical Innovation”. Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) ini menjadi langkah strategis dalam membekali mahasiswa menghadapi era kecerdasan buatan.
Kolaborasi Internasional Perkuat Kompetensi Mahasiswa
Workshop ini menghadirkan sejumlah pakar internasional, di antaranya Kim Soo Il dari Busan University of Foreign Studies, Kwanyoung Kim dari ATOP Consulting, serta Paul Choi dari P&M Group Korea. Selain itu, praktisi nasional Pratomo Bowo Leksono turut memberikan perspektif terkait transformasi digital di Indonesia.
Ketua Program Studi Sistem Informasi, Khaerul Manaf, S.T., M.Kom., Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas akademik mahasiswa, khususnya dalam bidang Artificial Intelligence.
“Saya sangat bersyukur atas terselenggaranya workshop internasional ini. Harapannya, kegiatan ini menjadi awal pengembangan teknologi yang lebih luas, termasuk konsep Agenting AI,” ujarnya.
Transformasi Cara Kerja di Era AI
Tak hanya fokus pada aspek teknis, workshop ini juga menyoroti perubahan pola kerja di era AI. Dalam sesi utama, Pratomo Bowo Leksono, S.T., mengangkat tema transformasi digital yang kini mengarah pada otomatisasi dan kecerdasan otonom.
Ia menjelaskan bahwa peran AI telah menggeser cara kerja pengembang teknologi, dari ketergantungan pada mesin pencari menuju pemanfaatan sistem berbasis AI yang lebih efisien. Meski demikian, ia mengingatkan adanya risiko seperti hallucination dan isu keamanan data.
“Belajar fundamental di era AI itu seperti belajar navigasi bintang di era GPS. Terasa kuno, sampai suatu saat pengetahuan itu justru menjadi penyelamat,” ungkapnya.
Kolaborasi Global dan Tantangan Mentalitas
Dalam sesi internasional, Kwanyoung Kim, Ph.D., menekankan pentingnya kolaborasi global dalam membangun ekosistem teknologi yang berkelanjutan. Ia menyampaikan visi untuk mendorong Indonesia menjadi masyarakat berbasis teknologi yang adaptif dan inovatif.
Sementara itu, Paul Choi menyoroti pentingnya sikap dan mentalitas dalam menghadapi perubahan teknologi. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh pola pikir yang positif dan keberanian keluar dari zona nyaman.
Di sisi lain, Kim Soo Il menegaskan bahwa meskipun AI berkembang pesat, peran manusia—khususnya dosen—tetap tidak tergantikan dalam dunia pendidikan.
“Kita tidak bisa menyangkal peran AI, tetapi pendidikan tetap membutuhkan sentuhan manusia,” ujarnya.
Penandatanganan Kerja Sama Internasional
Sebagai bentuk penguatan kerja sama global, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara pihak kampus dan mitra internasional. Dari pihak USB YPKP, penandatanganan dilakukan oleh Kaprodi Teknik Elektro Ivany Sarief, S.T., M.T., Kaprodi Teknik Informatika Gunawan, S.T., M.Kom., serta Kaprodi Sistem Informasi Khaerul Manaf, S.T., M.Kom., Ph.D.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam mendorong internasionalisasi kampus, khususnya dalam bidang pendidikan, riset, dan inovasi teknologi.
Komitmen Cetak Lulusan Kompetitif di Era AI
Melalui workshop ini, Universitas Sangga Buana YPKP menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan global, sekaligus berkomitmen mencetak lulusan yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan era kecerdasan buatan. (*Red)












