Cimahi, Sebelas 12 – Operasi Patuh Lodaya 2018 sudah berjalan selama kurang lebih seminggu. Khususnya di jajaran Polres Cimahi sudah tercatat melakukan penindakan sebanyak 1.138 pelanggaran.
“Sampai hari ke 6 kita sudah melakukan penindakan sebanyak 1.138 pelanggaran, yang didominasi roda dua. Karena seiring dengan perkembangan kendaraan di masyarakat, khususnya di Kota Cimahi pertumbuhan kendaraan roda dua dalam satu hari saja rata-rata ada 300 kendaraan yang masuk. Bisa dibayangkan kalau dijumlahkan dalam sebulan,” kata Kasatlantas Polres Cimahi, AKP Suharto, yang diwakili KBO Satlantas Polres Cimahi, Iptu Duddy Iskandar, SH, ketika ditemui sebelas12.com di ruang kerjanya, Rabu (2/5/2018).
Duddy menambahkan, pelanggaran yang paling menonjol untuk roda dua yaitu melawan arus, dan penggunaan helm berstandar SNI, sementara pelanggaran roda empat didominasi dengan tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt).
Sementara untuk titik prioritas pelanggaran, pihaknya memprioritaskan di Jalan Cibeureum sampai dengan Jalan Cilember. “Karena jalur tersebut banyak terjadi kecelakaan, sedangkan daerah barat, yaitu Padalarang, Cipatat, Cikalong Wetan merupakan jalan rawan kecelakaan,” katanya.
Pihaknya juga telah melakukan kegiatan-kegiatan preventif untuk memberikan pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
“Sesuai dengan tema untuk operasi patuh lodaya tahun ini, salah satunya untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat, kita melakukan kegiatan-kegiatan preventif. Diantaranya dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan, selebaran-selebaran yang sifatnya dukatif. Hal ini penting karena untuk memberikan pemahamanan kepada masyarakat. Kalau di lapangan saja hanya secara edukasi bahwa pelanggaran itu akan ada sanksi, mekanisme penilangan itu seperti apa,” terangnya.
Pihaknya juga sudah menjamah ke komunitas-komunitas, usia pelajar SMA yang memang sudah dewasa (antara kelas 2 dan 3) tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara.
“Makanya kami sangat intens sekali melakukan penegakan. Tidak ada formula lain yang relevan untuk menekan langkah-langkah itu yaitu dengan cara penegakan. Kita juga beri pemahaman resiko dari pelanggaran itu seperti apa. Selain itu, dirinya juga selalu memotivasi kepada anggota, bahwa pelanggaran-pelanggaran lalu lintas harus ditindak, karena nantinya akan terbentuk kebiasaan masyarakat yang tidak taat aturan,” pungkasnya. (Herly/Rian)












