Ekbis  

Lonjakan Minat ESG, bank bjb Kembali Rilis Sustainability Bond Tahap II 2026

Lonjakan Minat ESG, bank bjb Kembali Rilis Sustainability Bond Tahap II 2026

Jakarta, sebelas12.com – Tren investasi berbasis keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) terus menguat di Indonesia. Menangkap momentum tersebut, bank bjb kembali meluncurkan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 sebagai instrumen investasi yang tidak hanya menjanjikan imbal hasil, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan.

Langkah ini melanjutkan sukses penerbitan tahap sebelumnya yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 4,66 kali pada 2024. Tingginya minat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa investor semakin melirik instrumen keuangan berbasis ESG.

Obligasi terbaru ini telah mengantongi peringkat idAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia, yang menunjukkan tingkat keamanan tinggi dalam memenuhi kewajiban jangka panjang. Hal ini memperkuat daya tarik bagi investor yang mencari keseimbangan antara risiko dan imbal hasil.

Kupon Kompetitif dan Skema Fleksibel

Dalam penawarannya, bank bjb menghadirkan dua pilihan seri. Seri A bertenor tiga tahun dengan kupon indikatif 5,45%–6,05%, sementara Seri B bertenor lima tahun dengan kupon 5,70%–6,30%.

Dengan minimum investasi Rp5 juta tanpa batas maksimum, obligasi ini menyasar investor ritel hingga institusi. Masa penawaran awal berlangsung pada 13 Februari hingga 2 Maret 2026, dengan distribusi elektronik dijadwalkan pada 31 Maret 2026.

Tidak sekadar instrumen keuangan, dana yang dihimpun akan dialokasikan untuk pembiayaan proyek hijau dan sosial. Fokusnya mencakup energi terbarukan, pembiayaan perumahan, hingga penguatan sektor UMKM, baik untuk proyek baru maupun refinancing.

Strategi ini selaras dengan agenda global seperti Sustainable Development Goals yang diinisiasi United Nations serta komitmen perubahan iklim dalam Paris Agreement.

Instrumen Stabil di Tengah Dinamika Pasar

Di tengah volatilitas pasar, obligasi tetap menjadi pilihan investasi yang menawarkan pendapatan tetap dan relatif stabil. Kehadiran instrumen berbasis ESG memberikan nilai tambah berupa kontribusi langsung terhadap pembangunan berkelanjutan.

Penguatan lini pembiayaan hijau ini sekaligus menegaskan posisi bank bjb sebagai bank daerah yang agresif dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnisnya.

Sebagai lembaga keuangan, bank bjb berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan. (*Red)